

KHAMENEI.ID— Ada kecenderungan menarik dalam cara sebagian orang memahami agama: mereka lebih sibuk meniru bentuk luar daripada menangkap ruhnya. Ukuran kesalehan sering dipersempit menjadi model pakaian, gaya bicara, simbol-simbol lahiriah, atau nostalgia visual terhadap masa silam. Padahal, sejarah para tokoh besar Islam justru berbicara tentang sesuatu yang jauh lebih dalam:

Ada satu jenis kritik yang paling sulit diterima manusia: kritik tentang dirinya sendiri. Kita bisa mendengar ceramah tentang keserakahan, iri hati, kemunafikan, atau kesombongan dengan wajah tenang selama kita merasa semua itu sedang membicarakan orang lain. Tapi begitu cermin diarahkan tepat ke wajah kita, kita mulai gelisah. Barangkali itulah mengapa