

KHAMENEI.ID— Ada kecenderungan menarik dalam cara sebagian orang memahami agama: mereka lebih sibuk meniru bentuk luar daripada menangkap ruhnya. Ukuran kesalehan sering dipersempit menjadi model pakaian, gaya bicara, simbol-simbol lahiriah, atau nostalgia visual terhadap masa silam. Padahal, sejarah para tokoh besar Islam justru berbicara tentang sesuatu yang jauh lebih dalam:

“Keluarga bukan sekadar unit sosial—ia adalah batu penjuru peradaban.” Itulah pesan tegas yang disampaikan Imam Ali Khamenei, Pemimpin Besar Revolusi Islam dalam pengumuman bersejarah pada 13 September 2016. Sebuah dokumen kebijakan yang tidak hanya mengatur, tetapi merancang ulang seluruh tatanan kehidupan berkeluarga dalam bingkai masyarakat Islam. Berikut ini terjemahan resmi