

KHAMENEI.ID— Ada kecenderungan menarik dalam cara sebagian orang memahami agama: mereka lebih sibuk meniru bentuk luar daripada menangkap ruhnya. Ukuran kesalehan sering dipersempit menjadi model pakaian, gaya bicara, simbol-simbol lahiriah, atau nostalgia visual terhadap masa silam. Padahal, sejarah para tokoh besar Islam justru berbicara tentang sesuatu yang jauh lebih dalam:

Cinta Bukan Kekerasan – Mengapa Rumah Tangga Islam Melarang “Kebebasan” Gaya Barat? Pernahkah Anda membayangkan bahwa mengucapkan “aku mencintaimu” kepada istri adalah sebuah kewajiban syariat? Di sebuah peradaban angka perceraian dan kekerasan rumah tangganya meledak, seorang pemimpin agama justru mengajarkan bahwa hak pertama seorang istri di rumah bukanlah uang atau