resistensi Timur Tengah

Dunia Memuji Imam Ali Setelah Wafat, Tapi Menolaknya Saat Berkuasa 

KHAMENEI.ID— Ada kecenderungan menarik dalam cara sebagian orang memahami agama: mereka lebih sibuk meniru bentuk luar daripada menangkap ruhnya. Ukuran kesalehan sering dipersempit menjadi model pakaian, gaya bicara, simbol-simbol lahiriah, atau nostalgia visual terhadap masa silam. Padahal, sejarah para tokoh besar Islam justru berbicara tentang sesuatu yang jauh lebih dalam:

Poros Perlawanan: Dari Qasem Soleimani hingga Nurani Dunia yang Terbangun

Sejarah sering bergerak diam-diam—hingga suatu hari ia meledak menjadi kesadaran global. Dalam beberapa tahun terakhir, dunia menyaksikan sebuah kata yang semakin sering terdengar dari Timur Tengah hingga kampus-kampus Barat: resistensi. Ia bukan sekadar slogan politik, melainkan istilah yang menjelma menjadi identitas, gerakan, bahkan harapan. Dalam kerangka pemikiran yang konsisten disampaikan