

KHAMENEI.ID— Ada kecenderungan menarik dalam cara sebagian orang memahami agama: mereka lebih sibuk meniru bentuk luar daripada menangkap ruhnya. Ukuran kesalehan sering dipersempit menjadi model pakaian, gaya bicara, simbol-simbol lahiriah, atau nostalgia visual terhadap masa silam. Padahal, sejarah para tokoh besar Islam justru berbicara tentang sesuatu yang jauh lebih dalam:

Ada satu anggapan yang kerap terdengar setiap kali agama bersentuhan dengan politik: bukankah lebih baik lembaga keagamaan tetap netral, menjauh dari konflik, dan fokus pada urusan spiritual? Bukankah dengan begitu wibawa mereka akan lebih terjaga? Dalam sejumlah ceramahnya, Imam Ali Khamenei menyebut gagasan ini sebagai sebuah kekeliruan logika—sebuah ilusi yang

Ada satu pertanyaan yang kerap muncul setiap kali bangsa menghadapi tekanan besar: apakah harapan masih rasional ketika semua tanda di permukaan tampak suram? Dalam sejumlah pidatonya, Imam Ali Khamenei qs mengajak pendengarnya melihat satu faktor yang sering dianggap terlalu sederhana—bahkan naif—namun justru menentukan arah sejarah: kepercayaan pada janji Tuhan. Bagi

Di tengah banjir informasi dan perang narasi yang tak pernah berhenti, ada satu istilah yang kembali mengemuka: jihad tabyin—perjuangan dalam menjelaskan kebenaran. Dalam sejumlah ceramahnya, Imam Ali Khamenei menyebut konsep ini sebagai warisan panjang sejarah Islam, yang jejaknya dimulai dari sosok perempuan paling berpengaruh dalam keluarga Nabi: Fatimah Az-Zahra sa.

Pidato Ayatullah Sayyid Ali Khamenei qs dalam Pertemuan dengan Berbagai Kalangan Masyarakat بسم الله الرّحمن الرّحیم Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Pembukaan: Apresiasi untuk Pelayan Rakyat dan Revolusi Pertama-tama, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh saudara laki-laki dan perempuan yang telah hadir dari berbagai daerah di negeri

Fondasi Revolusi Revolusi tidak pernah lahir dari ruang kosong. Ia tumbuh dari ingatan panjang, dari kepercayaan yang menumpuk pelan-pelan seperti lapisan tanah yang mengeras menjadi fondasi. Ketika Revolusi Iran meledak pada 1979, banyak orang melihatnya sebagai ledakan politik. Namun dalam perspektif Imam Ali Khamenei, peristiwa itu lebih tepat disebut sebagai