

KHAMENEI.ID— Ada kecenderungan menarik dalam cara sebagian orang memahami agama: mereka lebih sibuk meniru bentuk luar daripada menangkap ruhnya. Ukuran kesalehan sering dipersempit menjadi model pakaian, gaya bicara, simbol-simbol lahiriah, atau nostalgia visual terhadap masa silam. Padahal, sejarah para tokoh besar Islam justru berbicara tentang sesuatu yang jauh lebih dalam:

Dari Liang Kubur Sa’ad bin Mu’adz, Pelajaran Besar tentang Profesionalisme dalam Islam Di tengah dunia yang semakin tergesa-gesa, ketika pekerjaan kerap dipandang sekadar rutinitas yang harus segera selesai, sebuah kisah klasik dari sejarah Islam menghadirkan jeda yang menggetarkan. Bukan tentang perang besar, bukan pula tentang pidato politik, melainkan tentang