Sayyid Ali Khamenei

Dunia Memuji Imam Ali Setelah Wafat, Tapi Menolaknya Saat Berkuasa 

KHAMENEI.ID— Ada kecenderungan menarik dalam cara sebagian orang memahami agama: mereka lebih sibuk meniru bentuk luar daripada menangkap ruhnya. Ukuran kesalehan sering dipersempit menjadi model pakaian, gaya bicara, simbol-simbol lahiriah, atau nostalgia visual terhadap masa silam. Padahal, sejarah para tokoh besar Islam justru berbicara tentang sesuatu yang jauh lebih dalam:

Tanggung Jawab Menegakkan Keadilan di Masa Kini

Selama lebih dari seribu tahun ini, Syiah tidak memiliki kesempatan untuk menerapkan keadilan Amirul Mukminin (Ali bin Abi Thalib) di dalam masyarakat karena tidak memegang kekuasaan pemerintahan. Namun hari ini, alasan tersebut sudah tidak berlaku lagi; hari ini tidak ada lagi udzur (pembenaran). Hari ini, pemerintahan yang ada adalah pemerintahan

Optimisme dalam Islam: Antara Tawakal, Sejarah, dan Masa Depan yang Pasti

Di tengah dunia yang kian gelisah—penuh krisis makna, konflik tak berujung, dan kelelahan kolektif—pertanyaan paling mendasar kembali mengemuka: apakah masa depan masih layak diharapkan? Banyak peradaban tampak gagap menjawabnya. Mereka gaduh di permukaan, tetapi rapuh di dalam. Di titik inilah, pandangan Islam tentang optimisme terasa bukan sekadar alternatif, melainkan tawaran

Optimisme dalam Islam: Antara Tawakal, Sejarah, dan Masa Depan yang Pasti

Di tengah dunia yang kian gelisah—penuh krisis makna, konflik tak berujung, dan kelelahan kolektif—pertanyaan paling mendasar kembali mengemuka: apakah masa depan masih layak diharapkan? Banyak peradaban tampak gagap menjawabnya. Mereka gaduh di permukaan, tetapi rapuh di dalam. Di titik inilah, pandangan Islam tentang optimisme terasa bukan sekadar alternatif, melainkan tawaran