

KHAMENEI.ID— Ada kecenderungan menarik dalam cara sebagian orang memahami agama: mereka lebih sibuk meniru bentuk luar daripada menangkap ruhnya. Ukuran kesalehan sering dipersempit menjadi model pakaian, gaya bicara, simbol-simbol lahiriah, atau nostalgia visual terhadap masa silam. Padahal, sejarah para tokoh besar Islam justru berbicara tentang sesuatu yang jauh lebih dalam:

Pidato Ayatullah Sayyid Ali Khamenei qs dalam Pertemuan dengan Menteri dan Wakil Menteri Pendidikan dan Pengajaran serta Sejumlah Guru dan Para Pelajar Provinsi Teheran 16 Juni 1989 Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang Sesungguhnya peristiwa pahit dan musibah berat kehilangan pemimpin besar kita dan imam agung kita,