

KHAMENEI.ID— Ada kecenderungan menarik dalam cara sebagian orang memahami agama: mereka lebih sibuk meniru bentuk luar daripada menangkap ruhnya. Ukuran kesalehan sering dipersempit menjadi model pakaian, gaya bicara, simbol-simbol lahiriah, atau nostalgia visual terhadap masa silam. Padahal, sejarah para tokoh besar Islam justru berbicara tentang sesuatu yang jauh lebih dalam:

KHAMENEI.ID— Di zaman media sosial, manusia modern merasa dirinya paling bebas dalam sejarah. Kita bebas memilih tontonan, musik, gaya hidup, cara berpakaian, bahkan cara berpikir. Semua tersedia di layar kecil dalam genggaman tangan. Tinggal klik, lalu dunia datang menghampiri. Tetapi ada satu pertanyaan yang jarang diajukan: benarkah semua itu pilihan