

KHAMENEI.ID— Ada kecenderungan menarik dalam cara sebagian orang memahami agama: mereka lebih sibuk meniru bentuk luar daripada menangkap ruhnya. Ukuran kesalehan sering dipersempit menjadi model pakaian, gaya bicara, simbol-simbol lahiriah, atau nostalgia visual terhadap masa silam. Padahal, sejarah para tokoh besar Islam justru berbicara tentang sesuatu yang jauh lebih dalam:

Shalat Ayat a) Sebab-sebab syar‘i wajibnya Shalat Ayat Shalat Ayat menjadi wajib dalam empat keadaan: Gerhana matahari (kusuf), meskipun hanya sebagian kecil darinya yang tertutup. Gerhana bulan (khusuf), meskipun hanya sebagian kecil darinya yang tertutup. Gempa bumi. Setiap kejadian tidak biasa yang menyebabkan ketakutan bagi kebanyakan orang, seperti angin hitam
