

KHAMENEI.ID— Ada kecenderungan menarik dalam cara sebagian orang memahami agama: mereka lebih sibuk meniru bentuk luar daripada menangkap ruhnya. Ukuran kesalehan sering dipersempit menjadi model pakaian, gaya bicara, simbol-simbol lahiriah, atau nostalgia visual terhadap masa silam. Padahal, sejarah para tokoh besar Islam justru berbicara tentang sesuatu yang jauh lebih dalam:

Ruang sidang sering dibayangkan sebagai tempat yang dingin. Meja kayu yang berat, palu hakim yang keras, berkas perkara yang menumpuk. Segalanya terasa tegas, pasti, dan tak kenal kompromi. Di sana, hukum bekerja seperti mesin: presisi, tajam, dan menentukan. Namun, dalam salah satu pandangan yang dinisbatkan kepada Imam Ali Khamenei, ada