

KHAMENEI.ID— Ada kecenderungan menarik dalam cara sebagian orang memahami agama: mereka lebih sibuk meniru bentuk luar daripada menangkap ruhnya. Ukuran kesalehan sering dipersempit menjadi model pakaian, gaya bicara, simbol-simbol lahiriah, atau nostalgia visual terhadap masa silam. Padahal, sejarah para tokoh besar Islam justru berbicara tentang sesuatu yang jauh lebih dalam:

Ada momen dalam sejarah Islam ketika haji berubah dari sekadar ibadah ritual menjadi peristiwa politik yang terang benderang. Momen itu terjadi pada tahun kesembilan hijriah, ketika pada musim haji diumumkan sebuah deklarasi yang mengguncang lanskap keagamaan Arab: pemutusan hubungan dengan kaum musyrik. Sejak saat itu, haji tidak pernah benar-benar hanya