

KHAMENEI.ID— Ada kecenderungan menarik dalam cara sebagian orang memahami agama: mereka lebih sibuk meniru bentuk luar daripada menangkap ruhnya. Ukuran kesalehan sering dipersempit menjadi model pakaian, gaya bicara, simbol-simbol lahiriah, atau nostalgia visual terhadap masa silam. Padahal, sejarah para tokoh besar Islam justru berbicara tentang sesuatu yang jauh lebih dalam:

Di tengah perdebatan panjang tentang hijab dalam Islam, satu hal sering terlupakan: antara hukum dan manusia, ada ruang yang tidak selalu hitam-putih. Hijab kerap dibicarakan dengan nada keras seolah ia hanya soal benar dan salah, patuh atau membangkang. Padahal, di balik kain yang menutup kepala itu, ada cerita yang jauh