Syiah dan Ahlul Bait

Dunia Memuji Imam Ali Setelah Wafat, Tapi Menolaknya Saat Berkuasa 

KHAMENEI.ID— Ada kecenderungan menarik dalam cara sebagian orang memahami agama: mereka lebih sibuk meniru bentuk luar daripada menangkap ruhnya. Ukuran kesalehan sering dipersempit menjadi model pakaian, gaya bicara, simbol-simbol lahiriah, atau nostalgia visual terhadap masa silam. Padahal, sejarah para tokoh besar Islam justru berbicara tentang sesuatu yang jauh lebih dalam:

Menjadi Syiah Tidak Cukup dengan Cinta Sebab di Hadapan Tuhan, Tidak Ada “Orang Dalam” 

KHAMENEI.ID— Ada satu jenis keyakinan yang terasa menenangkan sekaligus berbahaya: merasa aman hanya karena “berada di pihak yang benar”. Dalam kehidupan beragama, perasaan itu sering muncul dalam bentuk yang halus, merasa cukup mencintai keluarga Nabi, cukup mengaku pengikut Ahlul Bait, lalu mengira dosa-dosa akan gugur begitu saja karena identitas spiritual