

KHAMENEI.ID— Ada kecenderungan menarik dalam cara sebagian orang memahami agama: mereka lebih sibuk meniru bentuk luar daripada menangkap ruhnya. Ukuran kesalehan sering dipersempit menjadi model pakaian, gaya bicara, simbol-simbol lahiriah, atau nostalgia visual terhadap masa silam. Padahal, sejarah para tokoh besar Islam justru berbicara tentang sesuatu yang jauh lebih dalam:

TEHERAN – Ibu kota Iran memutih. Rabu sore itu, ribuan orang tumpah ruah ke jalanan, mengubah poros utama dari Alun-alun Imam Hossein hingga Alun-alun Azadi menjadi lautan manusia. Mereka berkumpul untuk merayakan milad Imam Reza—Imam kedelapan dalam tradisi Syiah—namun suasana tahun ini terasa berbeda. Tak sekadar seremoni religius, kerumunan ini