

KHAMENEI.ID— Ada kecenderungan menarik dalam cara sebagian orang memahami agama: mereka lebih sibuk meniru bentuk luar daripada menangkap ruhnya. Ukuran kesalehan sering dipersempit menjadi model pakaian, gaya bicara, simbol-simbol lahiriah, atau nostalgia visual terhadap masa silam. Padahal, sejarah para tokoh besar Islam justru berbicara tentang sesuatu yang jauh lebih dalam:

Setiap musim haji tiba, jutaan manusia bergerak menuju satu titik di bumi. Gerak itu tampak ritual—putaran thawaf, derap sa’i, lempar jumrah. Namun di balik arus manusia itu, selalu ada narasi besar yang mencoba menafsirkan makna haji bagi dunia Islam. Selama lebih dari tiga dekade, salah satu narasi yang konsisten muncul

Setiap musim haji tiba, jutaan manusia bergerak menuju satu titik di bumi. Gerak itu tampak ritual—putaran thawaf, derap sa’i, lempar jumrah. Namun di balik arus manusia itu, selalu ada narasi besar yang mencoba menafsirkan makna haji bagi dunia Islam. Selama lebih dari tiga dekade, salah satu narasi yang konsisten muncul