

KHAMENEI.ID— Ada kecenderungan menarik dalam cara sebagian orang memahami agama: mereka lebih sibuk meniru bentuk luar daripada menangkap ruhnya. Ukuran kesalehan sering dipersempit menjadi model pakaian, gaya bicara, simbol-simbol lahiriah, atau nostalgia visual terhadap masa silam. Padahal, sejarah para tokoh besar Islam justru berbicara tentang sesuatu yang jauh lebih dalam:

KHAMENEI.ID— إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ “Hanya kepada-Mu kami menyembah, dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan” Padahal kalimat itu bukan sekadar bagian dari shalat. Ia adalah deklarasi paling radikal tentang kebebasan manusia. Sebab di dalamnya tersembunyi satu pesan besar: manusia hanya boleh tunduk sepenuhnya kepada Tuhan. Selain itu, tidak. Di zaman