

KHAMENEI.ID— Ada kecenderungan menarik dalam cara sebagian orang memahami agama: mereka lebih sibuk meniru bentuk luar daripada menangkap ruhnya. Ukuran kesalehan sering dipersempit menjadi model pakaian, gaya bicara, simbol-simbol lahiriah, atau nostalgia visual terhadap masa silam. Padahal, sejarah para tokoh besar Islam justru berbicara tentang sesuatu yang jauh lebih dalam:

KHAMENEI.ID— Ada satu ironi besar dalam kehidupan modern hari ini: manusia semakin mahir menyembunyikan kesalahan, tetapi semakin sulit mengakui luka batinnya sendiri. Kita hidup di zaman ketika citra lebih penting daripada kejujuran. Media sosial dipenuhi pencitraan kebahagiaan, kesuksesan, dan kesalehan, sementara di balik layar banyak orang diam-diam lelah, kosong, dan