

KHAMENEI.ID – Sebuah masyarakat tidak selalu runtuh karena serangan dari luar. Ada kalanya kehancuran justru bermula dari sesuatu yang tumbuh diam-diam di dalam dirinya: keputusan yang diambil tanpa pertimbangan, pendirian yang dipertahankan meski terbukti keliru, kekaguman berlebihan terhadap diri sendiri, dan kebiasaan menunda pekerjaan sampai kesempatan berlalu. Tak ada ledakan besar

Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan babak baru dalam peta kekuatan di kawasan Teluk Persia. Melalui pesan resmi yang dirilis Jumat malam, IRGC menegaskan bahwa “aturan main” dan formula manajemen baru di wilayah perairan strategis tersebut telah dirumuskan dan siap dijalankan berdasarkan instruksi bersejarah dari Pemimpin Tertinggi Revolusi

Di luar riuh rendah suara mesiu di medan laga, konflik soft power acap kali melahirkan gelombang reaksi yang sulit ditebak. Sejarah mencatat, setelah serangan 11 September 2001, dunia justru menyaksikan lonjakan minat baca Al-Qur’an yang tajam, memaksa penerbit-penerbit Barat merilis ulang kitab suci itu demi memuaskan rasa ingin tahu publik.

TEHERAN – Ibu kota Iran memutih. Rabu sore itu, ribuan orang tumpah ruah ke jalanan, mengubah poros utama dari Alun-alun Imam Hossein hingga Alun-alun Azadi menjadi lautan manusia. Mereka berkumpul untuk merayakan milad Imam Reza—Imam kedelapan dalam tradisi Syiah—namun suasana tahun ini terasa berbeda. Tak sekadar seremoni religius, kerumunan ini

ST. PETERSBURG – Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan komitmen Moskow untuk mendukung penuh kepentingan Iran di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah. Pernyataan ini disampaikan Putin setelah menerima pesan khusus dari Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Iran yang baru, Ayatollah Seyed Mojtaba Khamenei. Pertemuan strategis tersebut berlangsung di St. Petersburg pada

Brigadir Jenderal Reza Talaee Nik menyampaikan pernyataan tersebut setibanya di Kirgistan untuk menghadiri pertemuan menteri pertahanan negara-negara anggota SCO (Organisasi Kerja Sama Shanghai). Kedatangannya disambut oleh Jenderal Talantbek Talipov, komandan Pasukan Pertahanan Udara Kirgistan. Jenderal Iran tersebut menyatakan bahwa AS tidak lagi berada dalam posisi untuk mendiktekan kebijakan-kebijakannya kepada negara-negara