

KHAMENEI.ID – Sebuah masyarakat tidak selalu runtuh karena serangan dari luar. Ada kalanya kehancuran justru bermula dari sesuatu yang tumbuh diam-diam di dalam dirinya: keputusan yang diambil tanpa pertimbangan, pendirian yang dipertahankan meski terbukti keliru, kekaguman berlebihan terhadap diri sendiri, dan kebiasaan menunda pekerjaan sampai kesempatan berlalu. Tak ada ledakan besar

KHAMENEI.ID – Selama bertahun-tahun, isu nuklir Iran kerap dikaitkan dengan satu kekhawatiran: kemungkinan Iran mengembangkan senjata nuklir. Namun Imam Khamenei qs menempatkan persoalan tersebut dalam kerangka yang berbeda. Menurut beliau, penolakan Iran terhadap senjata pemusnah massal bukanlah strategi yang lahir karena tekanan negara lain, melainkan bagian dari keyakinan agama. “Senjata

KHAMENEI.ID – Mengapa persoalan nuklir Iran terus menjadi sumber tekanan internasional selama bertahun-tahun? Jika persoalannya semata-mata senjata nuklir, Imam Khamenei mempertanyakan mengapa tekanan begitu besar diarahkan kepada Iran, sementara banyak negara lain juga mengembangkan teknologi nuklir. Menurut beliau, jawaban atas persoalan tersebut tidak dapat ditemukan hanya dalam isu persenjataan. Ada

KHAMENEI.ID – Perdebatan mengenai program nuklir Iran sering kali berhenti pada satu pertanyaan: apakah Iran sedang menuju kemampuan membuat senjata nuklir? Imam Khamenei justru mengajak melihat persoalan tersebut dari sudut yang berbeda: mengapa sebuah bangsa tidak boleh mengembangkan kemampuan nuklir untuk tujuan damai ketika dunia sendiri semakin membutuhkan teknologi tersebut?

KHAMENEI.ID – Ada kebutuhan yang tidak terasa mendesak hari ini, tetapi bisa menjadi persoalan besar ketika masa depan tiba. Energi adalah salah satunya. Sebuah bangsa yang baru memikirkan kebutuhan energinya ketika cadangan dan pilihan sudah semakin terbatas, bisa saja mendapati dirinya terlambat mengambil keputusan. Imam Ali Khamenei qs melihat persoalan

KHAMENEI.ID – Masa muda sering dipahami sebagai masa untuk menikmati hidup sebelum tanggung jawab semakin berat. Padahal, dalam pandangan Syahid Sayyid Ali Khamenei qs, masa muda justru merupakan salah satu kesempatan paling menentukan dalam perjalanan manusia. Di hadapan seorang pemuda terbentang medan yang luas: puluhan tahun kehidupan, pekerjaan, pembelajaran, perjuangan,

KHAMENEI.ID – Kebangkitan sebuah gagasan tidak selalu dimulai dari gedung pemerintahan. Kadang ia muncul dari jalan-jalan, ruang kelas, masjid, kampus, medan perjuangan, dan terutama dari generasi muda yang mulai mempertanyakan kembali identitas mereka. Itulah yang oleh Syahid Ali Khamenei qs dibaca sebagai salah satu tanda paling penting dari perubahan dunia

KHAMENEI.ID – Kebangkitan selalu terdengar indah ketika dibicarakan dari kejauhan. Tetapi sejarah menunjukkan bahwa setelah sebuah masyarakat bangkit, persoalan sebenarnya justru dimulai. Kesadaran harus berubah menjadi tindakan. Harapan harus berubah menjadi ketekunan. Dan kemenangan awal harus dijaga agar tidak berubah menjadi kekalahan baru. Pesan itulah yang menjadi salah satu bagian

KHAMENEI.ID – Kebangkitan sebuah gagasan tidak selalu dimulai dari gedung pemerintahan. Kadang ia muncul dari jalan-jalan, ruang kelas, masjid, kampus, medan perjuangan, dan terutama dari generasi muda yang mulai mempertanyakan kembali identitas mereka. Itulah yang oleh Imam Ali Khamenei qs dibaca sebagai salah satu tanda paling penting dari perubahan dunia

KHAMENEI.ID – Ada masa ketika dunia Muslim seolah berada di ujung sejarah. Selama berabad-abad, umat Islam menyaksikan kekuatan politik, ekonomi, dan kebudayaan Barat berkembang begitu pesat, sementara dunia Islam justru mengalami perpecahan, kemunduran, dan ketergantungan. Banyak orang kemudian sampai pada kesimpulan yang tampak tak terbantahkan: masa depan adalah milik Barat,

KHAMENEI.ID – Siapa sebenarnya yang berhak menentukan nasib dunia? Pertanyaan itu tampak sederhana. Namun sejak berakhirnya perang-perang besar hingga hari ini, dunia terus hidup dengan sebuah kenyataan yang sulit dibantah: tidak semua negara memiliki suara yang sama. Ada negara yang keputusannya dapat mengubah nasib jutaan manusia di luar wilayahnya. Ada









