

Apa rahasia dibalik usia pernikahan yang diberkahi? Mengapa Islam sangat menekankan pernikahan muda sementara Barat justru menggesernya ke usia paruh baya? Berikut adalah pandangan mendalam Ayatullah Sayyid Ali Khamenei, tentang “usia tepat untuk menikah” berdasarkan fitrah manusia dan ajaran Islam yang otentik. Tidak Boleh Terpengaruh Budaya Barat Salah satu tuntutan

KHAMENEI.ID – Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang Sembari mengucapkan selamat atas Idul Ghadir yang penuh berkah dan memperingati 37 tahun wafatnya pendiri Republik Islam Iran yang menyayat hati, Imam Khomeini (semoga Allah swt mensucikan jiwanya yang murni), dengan ini kami menginformasikan kepada bangsa besar Iran, bangsa-bangsa

KHAMENEI.ID— Ada ironi yang sering muncul dalam kehidupan spiritual manusia modern: kita begitu merindukan tempat-tempat suci yang jauh, tetapi sering lupa pada mata air keberkahan yang justru berada dekat dengan kehidupan kita sendiri. Sebagian orang bermimpi seumur hidup untuk menjejakkan kaki di Karbala. Ada yang menabung bertahun-tahun demi bisa berdiri

Di wawancara sebelumnya, kita menyaksikan kedekatan antara ayah dan anak dalam keluarga Imam Ali Kaamenei qs yang tidak hanya dibangun oleh kasih sayang, tetapi juga oleh ilmu, pengabdian, dan keputusan-keputusan besar yang mengubah arah hidup. Dari sini percakapan bergerak ke babak berikutnya: bagaimana keputusan kembali ke Mashhad bukan sekadar pilihan

Sosok yang menjalani hidup sederhana sepanjang hayatnya, namun mampu mengguncang fondasi angkuh kesombongan dan dominasi global. Berikut ini adalah kutipan dari satu-satunya wawancara yang pernah diberikan oleh Pemimpin Revolusi Islam, Imam Sayyid Mojtaba Hosseini Khamenei, hingga saat ini. Selama bertahun-tahun, beliau senantiasa menghindari sorotan media maupun bentuk wawancara apa pun.

Bagaimana duka, ziarah, dan memori pengorbanan mengubah manusia biasa menjadi lebih berani dari dirinya sendiri. Ada satu kalimat yang terus terngiang sebelum tulisan ini dimulai: jangan tergesa menyebut sesuatu sebagai mukjizat. Sebab mukjizat bukanlah kilatan ajaib yang turun begitu saja dari langit. Ia adalah rangkaian panjang sebab-akibat, ribuan domino yang

Pesan Ayatullah Sayyid Mojtaba Hosseini Khamenei, Pemimpin Agung Revolusi Islam, dalam Rangka Peringatan 40 Hari Syahidnya Pemimpin Agung Revolusi (semoga Allah menyucikan jiwa sucinya) dan Isu-isu Penting Terkait Perang yang Dipaksakan Ketiga Bismillahirrahmanirrahim اِنّا فَتَحْنا لَکَ فَتْحاً مُبیناً لِیَغْفِرَ لَکَ اللهُ ما تَقَدَّمَ مِن ذَنبِکَ وَ ما تَأَخَّرَ وَ یُتِمَّ