Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan babak baru dalam peta kekuatan di kawasan Teluk Persia. Melalui pesan resmi yang dirilis Jumat malam, IRGC menegaskan bahwa “aturan main” dan formula manajemen baru di wilayah perairan strategis tersebut telah dirumuskan dan siap dijalankan berdasarkan instruksi bersejarah dari Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam.
Dalam pernyataannya, IRGC mengklaim supremasi penuh atas hampir 2.000 kilometer garis pantai Iran yang membentang di sepanjang Teluk Persia hingga Selat Hormuz. Militer elite Iran ini berambisi menyulap kawasan tersebut menjadi pilar kekuatan ekonomi sekaligus sumber penghidupan bagi rakyat Iran, sembari menjanjikan stabilitas dan kemakmuran bagi kawasan.
Langkah ini merupakan pengejawantahan dari visi Ayatollah Sayyid Mojtaba Khamenei hf. Dalam pesan perdananya setelah terpilih sebagai Pemimpin Tertinggi pada 12 Maret lalu, Imam Mojtaba Khamenei menegaskan bahwa aspirasi rakyat Iran adalah kelanjutan dari strategi pertahanan yang efektif—sebuah strategi yang bertujuan membuat musuh menyesal.
“Tuas penekan berupa penutupan Selat Hormuz harus tetap digunakan,” tegas Pemimpin Revolusi dalam pesan tersebut.
Tak hanya bertahan, Teheran tampaknya tengah menyiapkan skenario serangan balik yang lebih luas. Imam Mojtaba Khamenei mengungkapkan bahwa serangkaian studi telah rampung dilakukan untuk membuka front-front baru di wilayah yang tidak dikuasai musuh dan memiliki kerentanan tinggi. “Jika perang berlanjut, aktivasi front-front tersebut akan dilakukan berdasarkan kepentingan strategis tertentu,” pungkasnya.
Baca juga: Pesan Ayatullah Sayyid Mojtaba Khamenei dalam Rangka Memperingati Hari Nasional Teluk Persia







