

KHAMENEI.ID– Di zaman ketika profesi guru sering diukur dari gaji, sertifikasi, atau jabatan administratif, kita kerap lupa bahwa pendidikan sesungguhnya adalah pekerjaan yang mengubah nasib manusia. Seorang guru bukan sekadar penyampai informasi. Ia adalah penunjuk jalan. Dan dalam pandangan Islam, posisi itu begitu mulia hingga hubungan antara murid dan guru

KHAMENEI.ID – Di masa lalu, ancaman terhadap sebuah bangsa sering datang dalam bentuk yang mudah dikenali: pasukan bersenjata, invasi militer, atau penjajahan langsung. Musuh datang dari luar, mengenakan seragam yang berbeda, membawa senjata, dan bergerak secara terang-terangan. Namun dunia modern telah mengubah wajah konflik. Hari ini, sebuah masyarakat bisa dilemahkan

KHAMENEI.ID – Dalam dunia politik modern yang dipenuhi diplomasi, negosiasi, dan janji kerja sama internasional, Imam Ali Khamenei qs mengajukan satu peringatan yang terdengar keras sekaligus kontras: “Jangan percaya kepada musuh.” Kalimat itu bukan sekadar slogan politik, melainkan inti dari pandangannya tentang hubungan dunia Islam dengan kekuatan-kekuatan global yang ia anggap

KHAMENEI.ID – Siapa sebenarnya yang takut pada persatuan umat Islam? Pertanyaan itu menjadi pusat perhatian dalam kerangka pemikiran Imam Ali Khamenei qs yang membahas hubungan antara persatuan dunia Islam dan dominasi kekuatan global. Bagi beliau, musuh utama persatuan Muslim bukanlah perbedaan mazhab atau batas negara, melainkan kekuatan-kekuatan yang selama ini diuntungkan

KHAMENEI.ID – Setiap tahun jutaan Muslim berangkat ke Tanah Suci membawa doa, harapan, dan air mata. Namun, Imam Ali Khamenei qs mengingatkan bahwa haji bukan hanya perjalanan spiritual. Ada dimensi lain yang sering terlupakan: dimensi sikap, salah satunya adalah Bara’ah—haji yang menegaskan pembebasan diri dari kezaliman. Sejak awal Revolusi Islam,

Ada momen dalam sejarah ketika sebuah peradaban menoleh ke belakang, lalu tiba-tiba menyadari bahwa ia sebenarnya berdiri di atas harta karun yang selama ini terabaikan. Dalam salah satu ceramahnya, Imam Ali Khamenei qs menggambarkan momen itu sedang terjadi di dunia Islam hari ini. Para intelektual, generasi muda, dan masyarakat luas—katanya—mulai

Ledakan bom di Gaza tidak hanya meruntuhkan rumah, sekolah, dan rumah sakit. Ia juga meruntuhkan satu mitos besar yang selama puluhan tahun dipoles rapi: mitos tentang kemanusiaan, hak asasi manusia, dan moralitas universal yang konon menjadi fondasi peradaban Barat. Dalam berbagai ceramahnya, Imam Ali Khamenei qs berulang kali mengingatkan bahwa

Sejarah sering bergerak diam-diam—hingga suatu hari ia meledak menjadi kesadaran global. Dalam beberapa tahun terakhir, dunia menyaksikan sebuah kata yang semakin sering terdengar dari Timur Tengah hingga kampus-kampus Barat: resistensi. Ia bukan sekadar slogan politik, melainkan istilah yang menjelma menjadi identitas, gerakan, bahkan harapan. Dalam kerangka pemikiran yang konsisten disampaikan

Ada momen-momen dalam sejarah ketika sebuah tragedi tidak hanya menelan korban manusia, tetapi juga meruntuhkan klaim moral sebuah peradaban. Dalam sejumlah pidatonya, Imam Ali Khamenei qs melihat perang di Gaza sebagai momen semacam itu. Sebuah peristiwa yang, menurutnya, membuka wajah sesungguhnya peradaban Barat di hadapan dunia. Barat, kata Imam Khamenei,

Selama lebih dari dua dekade, isu nuklir Iran tak pernah benar-benar sepi. Ia hadir seperti gema panjang yang terus dipantulkan oleh ruang diplomasi global: sanksi, negosiasi, tekanan, hingga ancaman. Pertanyaannya sederhana namun menggugah: mengapa program nuklir Iran menjadi polemik berkepanjangan, padahal banyak negara lain juga mengembangkan teknologi yang sama? Dalam

Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan babak baru dalam peta kekuatan di kawasan Teluk Persia. Melalui pesan resmi yang dirilis Jumat malam, IRGC menegaskan bahwa “aturan main” dan formula manajemen baru di wilayah perairan strategis tersebut telah dirumuskan dan siap dijalankan berdasarkan instruksi bersejarah dari Pemimpin Tertinggi Revolusi