

Apa rahasia dibalik usia pernikahan yang diberkahi? Mengapa Islam sangat menekankan pernikahan muda sementara Barat justru menggesernya ke usia paruh baya? Berikut adalah pandangan mendalam Ayatullah Sayyid Ali Khamenei, tentang “usia tepat untuk menikah” berdasarkan fitrah manusia dan ajaran Islam yang otentik. Tidak Boleh Terpengaruh Budaya Barat Salah satu tuntutan

KHAMENE.ID – بسم الله الرّحمن الرّحیم Sehubungan dengan perencanaan intensif yang telah dilakukan untuk menyelenggarakan prosesi penghormatan terakhir (perpisahan), upacara pelepasan jenazah (tasyi’), dan pemakaman Imam mujahid dan syahid kita, Yang Mulia Ayatullah Sayyid Ali Khamenei Qaddasallahu Nafsahuz Zakiyyah beserta para martir dari keluarga Pemimpin Revolusi Islam secara agung; dengan

KHAMENEI.ID – Di masa lalu, ancaman terhadap sebuah bangsa sering datang dalam bentuk yang mudah dikenali: pasukan bersenjata, invasi militer, atau penjajahan langsung. Musuh datang dari luar, mengenakan seragam yang berbeda, membawa senjata, dan bergerak secara terang-terangan. Namun dunia modern telah mengubah wajah konflik. Hari ini, sebuah masyarakat bisa dilemahkan

KHAMENEI.ID – Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang Sembari mengucapkan selamat atas Idul Ghadir yang penuh berkah dan memperingati 37 tahun wafatnya pendiri Republik Islam Iran yang menyayat hati, Imam Khomeini (semoga Allah swt mensucikan jiwanya yang murni), dengan ini kami menginformasikan kepada bangsa besar Iran, bangsa-bangsa

KHAMENEI.ID – Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang Segala puji bagi Allah, yang telah menyempurnakan agama-Nya dan melengkapkan nikmat-Nya dengan Wilayah (Perwalian/Kepemimpinan) Amirul Mukminin, Ali bin Abi Thalib (semoga keselamatan tercurah atasnya). Saya menyampaikan ucapan selamat atas kesempatan yang penuh berkah, Idul Ghadir, kepada seluruh umat Muslim

KHAMENEI.ID– Ada satu kesalahan yang sering dilakukan sebuah bangsa ketika sedang membangun masa depannya: menganggap kemajuan lahir dari kebijakan semata. Padahal sejarah menunjukkan hal yang berbeda. Peradaban besar tidak dibangun pertama-tama oleh gedung, jalan raya, atau angka pertumbuhan ekonomi. Ia dibangun oleh manusia-manusia yang berpikir, berkarya, dan berani melahirkan gagasan

KHAMENEI.ID – Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang Pada kesempatan yang penuh berkah Idul Adha (Hari Raya Kurban) dan peringatan dimulainya masa sidang pertama Majelis Permusyawaratan Islam, saya mengucapkan selamat kepada seluruh rakyat tercinta Iran Islam dan para wakil rakyat yang terhormat di Majelis Permusyawaratan Islam. Pada

KHAMENEI.ID – “Allahu Akbar” bukan sekadar slogan keagamaan; melainkan sebuah “doktrin politik-keamanan” yang menantang tatanan kekuasaan hierarkis di dunia. Dalam pandangan dunia materialis, “kekuasaan” diukur melalui indikator keras (hard indicators) — PDB, hulu ledak nuklir, dan hak veto politik. Dalam tatanan ini, bangsa-bangsa yang tertindas konsisten didefinisikan sebagai bangsa “kecil”,

KHAMENEI.ID – Ayatullah Sayyid Mojtaba Khamenei, Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam, dalam pesan tertulisnya menyambut tibanya musim Haji Ibrahimi, mengategorikan rangkaian ritual dan zikir haji yang sarat misteri serta makna sebagai tanda-tanda abadi bagi umat manusia guna berhijrah menuju Allah Swt., membebaskan diri dari belenggu setan beserta sekutunya, serta melakukan ikhtiar

KHAMENEI.ID – Ayatullah Sayyid Mujtaba Khamenei hf, dalam pesan tertulisnya guna memperingati haul para martir “Penerbangan Ordibehesht”—khususnya Presiden Syahid Hujjatul Islam wal Muslimin Raisi—menyebut rasa tanggung jawab yang tinggi serta sikap merakyat sebagai di antara karakteristik utama dari Syahid Raisi. Seraya menyoroti besarnya beban amanah yang dipikul oleh para pejabat

KHAMENEI.ID – Dalam dunia politik modern yang dipenuhi diplomasi, negosiasi, dan janji kerja sama internasional, Imam Ali Khamenei qs mengajukan satu peringatan yang terdengar keras sekaligus kontras: “Jangan percaya kepada musuh.” Kalimat itu bukan sekadar slogan politik, melainkan inti dari pandangannya tentang hubungan dunia Islam dengan kekuatan-kekuatan global yang ia anggap