Politik

Tugas Pemimpin Islam: Membuka Jalan Manusia Menuju Surga

KHAMENEI.ID– Kekuasaan sering kali diukur dari angka. Berapa besar pertumbuhan ekonomi, seberapa tinggi investasi, atau berapa banyak pembangunan yang berhasil diwujudkan. Semua itu penting. Namun dalam pandangan Islam, ada ukuran yang jauh lebih mendasar daripada sekadar keberhasilan administratif. Seorang pemimpin tidak hanya diminta mengatur kehidupan dunia, tetapi juga membantu manusia menemukan

Kepercayaan Pemimpin dan Rakyat: Ketika Tangan Tuhan Hadir dalam Kebersamaan

KHAMENEI.ID– Tidak ada kepemimpinan yang bertahan lama hanya karena kekuasaan. Ia membutuhkan sesuatu yang jauh lebih rapuh sekaligus lebih kuat: kepercayaan. Begitu kepercayaan itu hilang, hukum, pidato, bahkan kekuatan negara pun tak lagi mampu menyatukan manusia. Sebaliknya, ketika kepercayaan tumbuh, orang rela berjalan jauh, berdiri berjam-jam, bahkan berkorban tanpa diminta. Hubungan

Ketika Kekuasaan Berebut Dunia: Perang, Kepentingan, dan Bangkai Kekuasaan

KHAMENEI.ID– Tidak semua perang lahir dari perbedaan keyakinan. Sebagian justru bermula dari sesuatu yang jauh lebih sederhana: kerakusan. Ketika kepentingan ekonomi, pengaruh politik, dan ambisi kekuasaan menjadi panglima, sahabat bisa berubah menjadi musuh hanya dalam semalam. Dunia pernah menyaksikan pemandangan itu dengan sangat jelas saat krisis Teluk meledak setelah Irak menginvasi

Imam Ali dan Seni Berdialog dengan Lawan: Ketika Argumentasi Lebih Tajam daripada Pedang

KHAMENEI.ID– Di tengah dunia yang semakin bising oleh caci maki, perdebatan politik sering berubah menjadi perlombaan saling menjatuhkan. Lawan dianggap musuh yang harus dilenyapkan, bukan manusia yang masih mungkin diajak berbicara. Akibatnya, ruang publik kehilangan sesuatu yang paling mendasar: kemampuan untuk berdialog dengan akal sehat. Padahal, sejarah pernah memperlihatkan teladan yang

Baiat dalam Islam: Ketika Legitimasi Kekuasaan Bertumpu pada Pilihan Rakyat

KHAMENEI.ID– Kekuasaan sering kali dipahami sebagai sesuatu yang lahir dari kekuatan: siapa yang paling berkuasa, dialah yang memerintah. Sejarah dipenuhi kisah tentang takhta yang diwariskan melalui darah, direbut lewat pedang, atau dipertahankan dengan ketakutan. Namun Islam menawarkan gagasan yang jauh lebih menarik. Seorang pemimpin, betapapun mulianya kedudukannya, tidak cukup hanya merasa

Makna Ghadir: Ketika Kepemimpinan Berpadu dengan Kesucian

KHAMENEI.ID– Ada banyak cara memilih pemimpin. Sebagian mengandalkan suara mayoritas, sebagian lagi bertumpu pada garis keturunan, kekuatan politik, atau pengaruh ekonomi. Namun, peristiwa Ghadir menawarkan sebuah gagasan yang sama sekali berbeda: bagaimana jika pemimpin tertinggi sebuah masyarakat bukan sekadar orang yang paling populer atau paling kuat, melainkan manusia yang paling bersih

Kekuasaan sebagai Amanah: Antara Hak dan Tanggung Jawab dalam Pandangan Imam Ali

KHAMENEI.ID– Di zaman ketika jabatan sering dipandang sebagai puncak prestise, gagasan bahwa kekuasaan adalah beban terasa hampir asing. Politik dipenuhi perlombaan merebut kursi, sementara keberhasilan kerap diukur dari seberapa tinggi seseorang mampu mendaki tangga kekuasaan. Namun, di tengah hiruk-pikuk itu, Nahjul Balaghah menghadirkan pandangan yang jauh lebih dalam: pemerintahan bukan sekadar

Menaklukkan Hawa Nafsu, Langkah Pertama Menuju Keadilan

KHAMENEI.ID– Keadilan sering dibayangkan sebagai sesuatu yang lahir di ruang sidang, di balik meja pemerintahan, atau dari keputusan seorang pemimpin. Padahal, menurut Imam Ali bin Abi Thalib a.s, keadilan justru dimulai dari tempat yang jauh lebih sunyi: dari dalam diri manusia sendiri. Sebelum seseorang mampu berlaku adil kepada orang lain, ia

Kekuasaan sebagai Hak dan Amanah: Pelajaran Kepemimpinan dari Imam Ali

KHAMENEI.ID– Kekuasaan hampir selalu dipersepsikan sebagai sesuatu yang harus direbut. Dalam politik modern, kemenangan sering dianggap sebagai legitimasi tertinggi. Siapa yang berhasil memperoleh dukungan, menguasai panggung opini, dan memenangkan suara, dialah yang dianggap paling berhak memimpin. Namun, pandangan semacam itu tidak sepenuhnya sejalan dengan ajaran Islam sebagaimana tergambar dalam Nahjul Balaghah.

Mengapa Revolusi Tetap Ditakuti? Imam Khamenei Menjelaskan Tanda Revolusi yang Masih Hidup

KHAMENEI.ID – Sebuah revolusi tidak selalu mati ketika tembakan berhenti atau pemerintahan berganti. Ada revolusi yang hanya bertahan di halaman buku sejarah, dikenang lewat upacara tahunan, tetapi kehilangan ruh yang dahulu menggerakkannya. Sebaliknya, ada revolusi yang terus hidup, melahirkan generasi baru, dan tetap menjadi sumber inspirasi puluhan tahun setelah ia