

Apa rahasia dibalik usia pernikahan yang diberkahi? Mengapa Islam sangat menekankan pernikahan muda sementara Barat justru menggesernya ke usia paruh baya? Berikut adalah pandangan mendalam Ayatullah Sayyid Ali Khamenei, tentang “usia tepat untuk menikah” berdasarkan fitrah manusia dan ajaran Islam yang otentik. Tidak Boleh Terpengaruh Budaya Barat Salah satu tuntutan

KHAMENEI.ID – “Allahu Akbar” bukan sekadar slogan keagamaan; melainkan sebuah “doktrin politik-keamanan” yang menantang tatanan kekuasaan hierarkis di dunia. Dalam pandangan dunia materialis, “kekuasaan” diukur melalui indikator keras (hard indicators) — PDB, hulu ledak nuklir, dan hak veto politik. Dalam tatanan ini, bangsa-bangsa yang tertindas konsisten didefinisikan sebagai bangsa “kecil”,

Tinjauan terhadap Pelemahan Tatanan Hukum Internasional melalui Tindakan Pemerintah Teroris Amerika; Teror terhadap Imam Syahid dan Keniscayaan Membaca Ulang Hukum Internasional Penulis: Dr. Abbasali Kadkhodaei Anggota Dewan Penentu Kemaslahatan Negara dan ahli hukum Dewan Garda Revolusi Praktik nyata Amerika Serikat dan kekuatan-kekuatan proksinya di seluruh dunia menunjukkan adanya pelanggaran yang

Selama lebih dari dua dekade, isu nuklir Iran tak pernah benar-benar sepi. Ia hadir seperti gema panjang yang terus dipantulkan oleh ruang diplomasi global: sanksi, negosiasi, tekanan, hingga ancaman. Pertanyaannya sederhana namun menggugah: mengapa program nuklir Iran menjadi polemik berkepanjangan, padahal banyak negara lain juga mengembangkan teknologi yang sama? Dalam

Maedeh Zaman Fashami, Jurnalis dan Peneliti Saat meninjau transformasi sosial dan politik besar, salah satu indikator terpenting adalah tingkat dan kualitas partisipasi perempuan. Revolusi Islam Iran tidak terkecuali. Meskipun banyak catatan resmi cenderung berfokus pada tokoh laki-laki dan aksi politik yang terlihat, pengamatan lebih dekat menunjukkan bahwa perempuan tidak pernah

Fondasi Revolusi Revolusi tidak pernah lahir dari ruang kosong. Ia tumbuh dari ingatan panjang, dari kepercayaan yang menumpuk pelan-pelan seperti lapisan tanah yang mengeras menjadi fondasi. Ketika Revolusi Iran meledak pada 1979, banyak orang melihatnya sebagai ledakan politik. Namun dalam perspektif Imam Ali Khamenei, peristiwa itu lebih tepat disebut sebagai

Setiap musim haji tiba, jutaan manusia bergerak menuju satu titik di bumi. Gerak itu tampak ritual—putaran thawaf, derap sa’i, lempar jumrah. Namun di balik arus manusia itu, selalu ada narasi besar yang mencoba menafsirkan makna haji bagi dunia Islam. Selama lebih dari tiga dekade, salah satu narasi yang konsisten muncul

Umat Jika pada bagian sebelumnya haji dipahami sebagai perjalanan menaklukkan ego, maka ayat berikutnya membuka lapisan yang lebih luas: haji bukan hanya perjalanan spiritual pribadi, tetapi juga proyek peradaban. Ia bukan sekadar ibadah individu, melainkan pertemuan akbar umat manusia yang sarat manfaat—manfaat spiritual, sosial, bahkan politik dalam arti paling luas.

Setiap tahun, jutaan orang pulang dari Mekkah dengan label baru: haji. Gelar sosial yang melekat, foto kenangan yang tersimpan, kisah perjalanan yang diceritakan ulang. Namun sebuah pertanyaan sering luput diajukan: apa sebenarnya yang dibawa pulang dari perjalanan itu selain pengalaman spiritual pribadi? Pertanyaan inilah yang menjadi benang merah dalam banyak

Ada momen dalam sejarah Islam ketika haji berubah dari sekadar ibadah ritual menjadi peristiwa politik yang terang benderang. Momen itu terjadi pada tahun kesembilan hijriah, ketika pada musim haji diumumkan sebuah deklarasi yang mengguncang lanskap keagamaan Arab: pemutusan hubungan dengan kaum musyrik. Sejak saat itu, haji tidak pernah benar-benar hanya

Setiap musim haji tiba, jutaan manusia bergerak menuju satu titik di bumi. Gerak itu tampak ritual—putaran thawaf, derap sa’i, lempar jumrah. Namun di balik arus manusia itu, selalu ada narasi besar yang mencoba menafsirkan makna haji bagi dunia Islam. Selama lebih dari tiga dekade, salah satu narasi yang konsisten muncul