

KHAMENEI.ID— Ada kecenderungan menarik dalam cara sebagian orang memahami agama: mereka lebih sibuk meniru bentuk luar daripada menangkap ruhnya. Ukuran kesalehan sering dipersempit menjadi model pakaian, gaya bicara, simbol-simbol lahiriah, atau nostalgia visual terhadap masa silam. Padahal, sejarah para tokoh besar Islam justru berbicara tentang sesuatu yang jauh lebih dalam:

KHAMENEI.ID— Ada momen-momen dalam hidup ketika manusia kalah bukan karena lawannya terlalu kuat, melainkan karena dirinya sudah lebih dulu merasa kecil. Rasa takut datang diam-diam, membesar di kepala, lalu melumpuhkan langkah sebelum pertempuran benar-benar dimulai. Di zaman modern, bentuknya bisa bermacam-macam: takut gagal, takut kehilangan pekerjaan, takut melawan ketidakadilan, atau

KHAMENEI.ID— Ada kematian yang berhenti di liang kubur. Ada pula kematian yang justru memulai sejarah panjang tentang perlawanan, ingatan, dan nurani manusia. Kesyahidan Imam Ali a.s dan Imam Husain a.s termasuk jenis yang kedua. Tubuh mereka memang terkubur, tetapi darah mereka terus bergerak melintasi zaman, menggugat kekuasaan, menampar kemunafikan, dan