

KHAMENEI.ID – Sebuah masyarakat tidak selalu runtuh karena serangan dari luar. Ada kalanya kehancuran justru bermula dari sesuatu yang tumbuh diam-diam di dalam dirinya: keputusan yang diambil tanpa pertimbangan, pendirian yang dipertahankan meski terbukti keliru, kekaguman berlebihan terhadap diri sendiri, dan kebiasaan menunda pekerjaan sampai kesempatan berlalu. Tak ada ledakan besar

KHAMENEI.ID – Sebuah masyarakat tidak selalu runtuh karena serangan dari luar. Ada kalanya kehancuran justru bermula dari sesuatu yang tumbuh diam-diam di dalam dirinya: keputusan yang diambil tanpa pertimbangan, pendirian yang dipertahankan meski terbukti keliru, kekaguman berlebihan terhadap diri sendiri, dan kebiasaan menunda pekerjaan sampai kesempatan berlalu. Tak ada ledakan besar

KHAMENEI.ID – Bagaimana jika seseorang berhasil mendapatkan semua yang selama ini dikejarnya, tetapi justru merasa kehilangan segalanya ketika usia mulai senja? Manusia menghabiskan banyak waktu untuk mengejar sesuatu. Ada yang belajar bertahun-tahun demi memperoleh pekerjaan dengan penghasilan tinggi. Ada yang bekerja tanpa mengenal waktu demi mengumpulkan kekayaan. Ada pula yang

KHAMENEI.ID – Ketika seorang khatib berdiri di mimbar Jumat, apa yang seharusnya dibicarakan? Apakah cukup menjelaskan ibadah, akhlak, dan kehidupan akhirat, ataukah mimbar juga perlu membahas politik, persoalan ekonomi, perkembangan dunia, dan masalah yang dihadapi masyarakat sehari-hari? Imam Khamenei memberikan jawaban yang tegas dalam pidatonya kepada para santri dan ulama

KHAMENEI.ID – Ada kalanya, musuh terbesar manusia bukanlah orang yang berdiri di hadapannya, melainkan sifat-sifat yang diam-diam tumbuh di dalam dirinya sendiri. Keberanian, misalnya, dapat berubah menjadi kenekatan. Kecintaan pada diri sendiri dapat menjelma kesombongan. Bahkan kegembiraan yang semestinya membuat hidup terasa lapang bisa menyeret seseorang ke dalam kesenangan yang hampa.

KHAMENEI.ID – Ada sebuah gagasan yang terus muncul dalam perdebatan mengenai agama dan negara: agama sebaiknya mengurus ibadah, sementara politik dan pemerintahan diserahkan kepada pihak lain. Alasannya terdengar sederhana. Jika agama terlalu jauh masuk ke dalam urusan kekuasaan, masyarakat mungkin justru menjauhinya. Imam Khamenei menolak cara pandang tersebut, beliau mempertanyakan

KHAMENEI.ID – Kekuasaan tidak selalu diraih dengan kekerasan. Ada jalan yang lebih halus, bahkan sering kali tampak terpuji: menjanjikan harapan, menyenangkan hati orang banyak, dan menampilkan kesederhanaan agar kepercayaan tumbuh. Seseorang bisa merangkul rakyat bukan karena sungguh-sungguh ingin memperjuangkan kepentingan mereka, melainkan karena membutuhkan kepatuhan. Ia bisa terlihat merakyat tanpa benar-benar

KHAMENEI.ID – Apa arti kehadiran ulama di tengah masyarakat jika ilmu yang mereka miliki tidak membantu manusia memahami persoalan zamannya? Pertanyaan ini menyentuh salah satu tanggung jawab mendasar para pemuka agama: bukan hanya menyampaikan hukum halal dan haram, melainkan membimbing masyarakat memahami kehidupan berdasarkan nilai-nilai agama. Imam Ali Khamenei qs

KHAMENEI.ID – Ada orang yang membuat kita merasa diterima bahkan sebelum ia mengucapkan sepatah kata. Sebaliknya, ada pula yang membuat kita ingin segera pergi hanya karena tatapan dingin, wajah masam, atau sikapnya yang seolah-olah keberadaan kita adalah gangguan. Padahal, mungkin keduanya sama-sama memiliki pengetahuan, keyakinan, dan niat baik. Yang membedakan hanyalah

KHAMENEI.ID – Ada benda yang nilainya mungkin tak seberapa, tetapi cara kita memperlakukannya dapat menunjukkan siapa diri kita sebenarnya. Seutas benang, misalnya. Sebuah barang kecil yang dititipkan seseorang. Sepucuk pesan yang diminta agar tidak disebarkan. Bahkan sebuah pekerjaan yang tampak sederhana dan tidak banyak diketahui orang. Semuanya bisa menjadi amanah. Dalam

KHAMENEI.ID – Ada pekerjaan yang tampak sempurna dari luar, tetapi kosong ketika diperiksa lebih dalam. Ada ibadah yang panjang, sedekah yang besar, dan aktivitas yang terlihat mulia, namun belum tentu sampai kepada tujuan yang semestinya. Di situlah persoalan amal menjadi lebih rumit daripada sekadar apa yang tampak oleh mata. Imam Ali









