Pidato Imam Ali Kamenei qs dalam Pertemuan dengan Penyelenggara Ibadah Haji

4 Mei 2025 – Bismillahirrahmanirrahim

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Selawat serta salam semoga tercurah kepada junjungan dan Nabi kita, Abul Qasim al-Mustafa Muhammad saw, beserta keluarganya yang suci dan para sahabatnya yang terpilih, serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari kiamat.

Selamat datang, saudara-saudara dan saudari-saudari terkasih, baik para jemaah haji maupun para petugas pelayan haji. Saya mengucapkan selamat kepada Anda semua. Kepada mereka yang hendak berangkat haji—yang merupakan taufik besar, nikmat agung, dan anugerah Ilahi yang harus Anda syukuri—semoga perjalanan ini menjadi berkah bagi Anda.

Begitu pula kepada para petugas haji; baik dari instansi pemerintah, kementerian, organisasi, dan berbagai sektor negara yang masing-masing berkontribusi dalam tugas besar ini, maupun para pengelola kloter, badan eksekutif, Organisasi Haji dan Ziarah, kantor perwakilan Ba’thah, dan lainnya. Saya ucapkan selamat karena Allah SWT telah menganugerahkan nikmat melayani jemaah haji kepada Anda. Ini pun harus disyukuri dan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.

Sebelum saya memulai materi yang telah saya siapkan, saya merasa perlu sekali lagi menyinggung peristiwa pahit di Bandar Abbas dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban yang meninggal dunia dan luka-luka. Sungguh, itu adalah kejadian yang sangat pahit dan menjadi duka bagi kita semua. Berbagai musibah bisa saja menimpa instansi—gempa bumi, kebakaran, kerusakan, baik yang disengaja maupun tidak—dan hal itu bisa diperbaiki. Jika ada masalah teknis, insyaallah akan segera ditangani oleh badan eksekutif kita yang sigap dan kompeten. Namun, yang paling menyayat hati adalah keluarga korban yang kehilangan orang-orang tercinta. Kami sampaikan belasungkawa kepada mereka; ketahuilah bahwa jika kita bersabar dalam menghadapi berbagai musibah hidup, nilai pahala yang Allah berikan atas kesabaran itu ribuan kali lebih besar daripada kepahitan musibah tersebut. “Mereka itulah yang mendapat selawat (keberkatan yang sempurna) dari Tuhan mereka.” Semoga Allah menenangkan hati mereka dan memberikan ketenteraman (sakinah).

Baca Juga  Optimisme dalam Islam: Antara Tawakal, Sejarah, dan Masa Depan yang Pasti

Mengenal Hakikat Haji

Mengenai haji, kami memiliki banyak rekomendasi, baik untuk jemaah maupun penyelenggara, yang telah sering kami sampaikan. Namun, yang ingin saya tekankan hari ini adalah makrifat (pengetahuan) terhadap ibadah yang akan Anda lakukan: memahami apa itu haji. Anda yang akan menjadi haji, ketahuilah apa yang sebenarnya Anda lakukan.

Ini bukan sekadar perjalanan ziarah biasa; ini bukan perjalanan wisata. Keikutsertaan Anda dalam ibadah haji adalah keterlibatan dalam sebuah tindakan sangat penting yang telah ditetapkan Allah swt untuk mengelola kemanusiaan—bukan sekadar mengelola orang mukmin atau muslim saja. Haji adalah untuk kemanusiaan. Itulah mengapa Al-Qur’an memerintahkan Ibrahim: “Dan serulah manusia untuk mengerjakan haji.” Disebutkan “manusia” (an-naas), seluruh orang di dunia.

Karakteristik Haji: Politik dan Ibadah

Ada beberapa poin penting mengenai haji:

Haji adalah Pelayanan bagi Kemanusiaan: Allah swt menjadikan Ka’bah sebagai pusat penopang bagi manusia. Ibadah Anda, tawaf Anda, dan ziarah Anda adalah tindakan yang manfaatnya kembali kepada kemanusiaan, asalkan dilakukan dengan benar dan memenuhi syarat-syaratnya.

Dimensi Politik: Haji mungkin satu-satunya kewajiban yang bentuk lahiriahnya seratus persen bersifat politik. Mengumpulkan orang di satu tempat dan waktu yang sama setiap tahun adalah sebuah konsolidasi umat. Esensi haji adalah politik, meskipun ada pihak-pihak yang mencoba menentang kenyataan ini.

Isi yang Murni Ibadah: Meski kerangkanya bersifat politik, isinya seratus persen ibadah. Sejak mulai ihram dengan ucapan “Labaik”, semuanya adalah doa, zikir, dan pendekatan diri kepada Allah.

Simbolisme dalam Ritual Haji

Setiap rukun haji memiliki makna simbolis bagi kehidupan:

Tawaf: Pelajaran tentang berputar di sekeliling pusat tauhid. Mengajarkan bahwa ekonomi, pemerintahan, keluarga, dan perilaku kita harus berporos pada Allah. Jika kemanusiaan menjadikan tauhid sebagai poros, maka keegoisan, kekejaman, pembunuhan anak-anak, dan kolonialisme akan sirna.

Baca Juga  Haji: Manfaat Duniawi dan Ukhrawi dalam Perspektif Imam Ali Khamenei qs

Sa’i: Berlari kecil antara Safa dan Marwah melambangkan bahwa di tengah “gunung” kesulitan hidup, manusia tidak boleh diam atau putus asa. Kita harus terus bergerak dan berusaha.

Wukuf (Arafah, Masy’ar, Mina): Mengajarkan bahwa manusia diciptakan untuk bergerak, bukan untuk diam (stagnan).

Kurban: Simbol bahwa terkadang manusia harus mengorbankan hal yang paling dicintainya demi perintah Allah, sebagaimana Nabi Ibrahim bersedia menyembelih Nabi Ismail.

Lempar Jumrah: Simbol melawan setan di mana pun ia berada, baik setan dari golongan jin maupun manusia.

Persatuan Islam: Manfaat Terbesar Haji

Allah berfirman: “Agar mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka.” Manfaat terbesar bagi umat Islam saat ini adalah persatuan. Jika umat Islam bersatu dan bersinergi, tragedi di Gaza, Palestina, dan tekanan di Yaman tidak akan terjadi. Ketika kita terpecah, kekuatan kolonial (seperti AS dan rezim Zionis) akan memaksakan ambisi mereka di atas kepentingan bangsa-bangsa kita. Dengan persatuan, akan datang keamanan, kemajuan, dan kekuatan kolektif.

Penutup

Maka dari itu, kenalilah haji. Pemerintah negara-negara Islam, khususnya negara tuan rumah, memiliki tanggung jawab besar. Para ulama, intelektual, dan penulis juga berperan penting untuk menjelaskan hakikat haji kepada masyarakat.

Mintalah bantuan kepada Allah. Sejak awal langkah Anda, ucapkanlah: “Ya Tuhanku, masukkanlah aku secara masuk yang benar dan keluarkanlah aku secara keluar yang benar.” Semoga perjalanan Anda diberkahi dan mendapat rida-Nya.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Baca juga:

Haji dan Persatuan Umat Islam: Ritual Spiritual atau Manifesto Perlawanan Global?

Manfaat Haji; Rumah Tuhan untuk Semua, dan Ilusi Kekuatan Musuh

Keharusan Memahami Esensi dan Pentingnya Haji

Bagikan:
Terkait
Komentar