Ketika Sebuah Bangsa Diuji Kehilangan Pemimpinnya: Antara Duka, Keteguhan, dan Masa Depan Revolusi

Pidato Ayatullah Sayyid Ali Khamenei qs dalam Pertemuan dengan Menteri dan Wakil Menteri Pendidikan dan Pengajaran serta Sejumlah Guru dan Para Pelajar Provinsi Teheran

16 Juni 1989 

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang 

Sesungguhnya peristiwa pahit dan musibah berat kehilangan pemimpin besar kita dan imam agung kita, tanpa diragukan lagi merupakan peristiwa paling pahit dan paling menyedihkan yang pernah menimpa bangsa Iran sepanjang sejarah revolusi kita; bahkan termasuk di antara peristiwa langka yang telah memengaruhi seluruh kaum Muslimin dunia, yakni musibah dan kehilangan ini. Di satu sisi, ini juga merupakan ujian Ilahi; sebuah cobaan dari Tuhan bagi rakyat kita dan seluruh lapisan bangsa besar, heroik, dan teguh ini. Semua ujian Ilahi memang seperti itu: mereka yang berhadapan dengan ujian ini, jika melalui tindakan mereka, kehendak mereka, dan pilihan baik mereka dapat keluar dari ujian ini dengan kepala tegak maka dalam keadaan demikian, peristiwa pahit dan menyedihkan itu akan menjadi satu tangga menuju kemuliaan dan kesempurnaan mereka; meskipun itu musibah, sulit, dan pahit. 

Namun jika mereka yang berhadapan dengan musibah ini, dengan keputusan yang benar, pilihan yang benar, dan langkah yang benar,  mampu menemukan dan melakukan tindakan yang tepat, maka justru peristiwa pahit dan menyedihkan ini akan menjadi sarana kemuliaan dan kesempurnaan bagi bangsa itu, rakyat itu, dan mereka yang menghadapi ujian tersebut. Akan tetapi jika sebaliknya, ujian dan cobaan Ilahi itu dihadapi dengan cara yang buruk, dan jika manusia atau masyarakat menghadapi musibah itu dengan kurangnya wawasan, lemahnya kehendak, kebingungan, tidak memanfaatkan kesempatan Ilahi, serta dengan kembali kepada kelemahan dan kekurangan manusiawi, maka musibah itu tidak akan membangun mereka dan tidak akan memajukan mereka, bahkan akan mendatangkan musibah yang berlipat bagi mereka. 

Rasul saw memanfaatkan peristiwa seperti Perang Uhud dan kekalahan yang dialami kaum Muslimin dalam peristiwa itu sebagai pelajaran dan sebagai satu tangga menuju kesempurnaan. Imam, pemimpin, dan pembimbing besar kita sendiri, selama sepuluh tahun ini, memanfaatkan berbagai peristiwa yang sangat pahit, berat, dan menyedihkan bagi kita semua sebagai faktor untuk memperkuat dan memajukan kita. Sebelum kemenangan revolusi, pada awal gerakan, dari peristiwa seperti tragedi Madrasah Faiziyah atau peristiwa Lima Belas Khordad (tragedi 5 Juni 1963) -dengan seluruh tekanan dan beratnya bagi rakyat- imam tercinta kita dan pemimpin besar yang telah wafat itu menjadikannya sebagai satu langkah, satu alat, satu sarana menuju tujuan revolusionernya dan tujuan bangsa, serta menggerakkan rakyat maju. Dengan demikian, ujian Ilahi bagi suatu bangsa menjadi sebuah ujian yang berhasil. Ujian memang demikian. Semua cobaan dan ujian memiliki dua sisi: entah bangsa atau orang yang sedang diuji itu berhasil dan menang dalam ujian tersebut, atau ia gagal. Wafatnya imam tercinta kita adalah sebuah ujian bagi kita.

Baca Juga  Bukan Senjata, Tapi Ilmu: Mengapa Guru dan Buruh Adalah Mimpi Buruk Bagi Penjajah Dunia?

Saya katakan bahwa sampai saat ini, alhamdulillah, bangsa kita telah melakukan sesuatu yang membuat mereka keluar dari ujian ini dengan kepala tegak. Sementara kesombongan dunia telah memutuskan untuk memanfaatkan peristiwa ini semaksimal mungkin guna melemahkan Islam dan kaum Muslimin serta melemahkan sistem Republik Islam, namun bangsa besar ini, bangsa yang matang, bangsa yang mendapat petunjuk dan limpahan rahmat Allah ini, mampu menjadikan peristiwa tersebut sebagai sarana untuk meneguhkan sistem Republik Islam bagi Islam dan kaum Muslimin. 

Hari ini seluruh analis di seluruh dunia mengakui bahwa bangsa Iran dan sistem Republik Islam, telah berada dalam kekuatan, kekokohan, dan stabilitas, jika tidak lebih maju daripada tahun-tahun sebelumnya maka juga tidak lebih mundur; jika tidak lebih kuat maka juga tidak lebih lemah; dan tentu mereka mengatakan lebih kuat. Penyebabnya adalah kematangan, kesadaran, kehendak, dan keputusan sadar bangsa Iran dalam membuktikan kokohnya Republik Islam: gerakan rakyat ini, kehadiran rakyat dalam upacara berkabung, pernyataan kesetiaan kepada imam tercinta dan pemimpin mereka yang tiada tanding, pernyataan kesetiaan kepada sistem Republik Islam, persatuan, kebersamaan, dan keselarasan yang terlihat di antara seluruh lapisan rakyat pada hari-hari ini, ketulusan yang ditunjukkan rakyat, keberanian yang tampak dari seluruh lapisan masyarakat dalam menghadapi peristiwa ini sehingga musuh tidak berani bergerak sedikit pun di hadapan ketegasan kehendak nasional dan keislam kalian semua. Sampai di sini semuanya sangat baik.

Kepada kalian para insan pendidikan yang tercinta, pertama-tama saya sampaikan bahwa persoalan budaya serta pendidikan dan pengajaran adalah persoalan pertama dalam sistem kita. Untuk jangka panjang, tidak ada sesuatu pun di negara ini yang lebih penting daripada pendidikan dan pengajaran. Peran guru dan pendidik dalam masyarakat kita adalah peran tingkat pertama. Sesungguhnya benteng perjuangan melawan kekufuran, kesombongan dunia, kezaliman, dan kesewenang-wenangan para setan politik dunia adalah benteng sekolah; benteng pendidikan dan pengajaran; benteng kebudayaan. 

Para pelajar muda yang berada dalam tanggung jawab perangkat kebudayaan ini, mereka adalah modal dan simpanan paling berharga dan paling melimpah bagi bangsa ini untuk masa depan. Hargailah pendidikan, pengajaran, profesi guru, dan benteng kebudayaan. Kaum muda dan remaja hendaknya menghargai pelajaran, pembahasan, pencarian ilmu, dan pembentukan diri yang sedang menjadi perhatian mereka pada hari-hari ini. Kalian, generasi muda dan remaja hari ini, beserta para guru dan pendidik, kalianlah yang akan membangun hari esok; kalianlah yang akan membuat kesombongan dunia putus asa. Kalianlah yang menjaga  titik harapan terang di hati kaum tertindas dunia yang telah diwujudkan oleh imam kita dan revolusi kita agar tetap hidup. Inilah pokok mendasar yang selalu ditekankan oleh imam tercinta kita dan merupakan bagian dari prinsip-prinsip kokoh serta keharusan revolusi dan garis langkah imam kita.

Baca Juga  Sistem Tanpa Dukungan Rakyat Pasti Runtuh: Pelajaran dari Eropa Timur dan Agresi Amerika

Adapun poin yang ingin saya tambahkan hari ini adalah bahwa kesombongan dunia, para penguasa politik dunia, dan imperium kekayaan serta kekuatan di seluruh dunia memusuhi Islam dan memusuhi sistem Islam. Hal itu terjadi karena mereka tenggelam dalam kerusakan dan kemerosotan, bergerak di atas dasar kezaliman, tirani, kekuatan, dan kesewenang-wenangan. Sedangkan Islam adalah pembongkar kedok mereka; Islam adalah ancaman bagi mereka. Kebangkitan kaum Muslimin adalah bahaya besar bagi mereka. Karena itulah mereka sangat menentang Islam dan sistem Islam. Tentu saja mereka akan melakukan apa pun yang dapat mereka lakukan melawan Islam, sistem Islam, dan Republik Islam. Hanya dalam satu keadaan Republik Islam dapat menjaga dirinya sepenuhnya aman, yaitu ketika dengan kekuatannya sendiri ia membuat mereka putus asa. 

Pada hari dimana Republik Islam membuktikan kekuatan politik dan kekuatan ekonominya, membuktikan kemampuan untuk terus hidup, dan membuat musuh putus asa, maka hari itu adalah hari ketika dapat diyakini bahwa musuh akan menghentikan konspirasi, karena mereka merasa tidak ada gunanya lagi. Seluruh upaya semua lapisan  baik rakyat biasa, para pejabat, tingkat atas, tingkat bawah, peringkat pertama dalam pemerintahan, peringkat kedua dan ketiga, semuanya harus diarahkan untuk menambah kekuatan sistem Republik Islam. Inilah sarana terakhir untuk membuat musuh putus asa baik dalam kekuatan politik, ekonomi, maupun militer. Dan ini tidak akan tercapai kecuali dengan pembangunan. Semua orang yang memiliki peran dalam pengelolaan dan pembangunan negara harus melipatgandakan usaha mereka. 

Di bidang produksi, para produsen harus meningkatkan produksi nasional sejauh yang mereka mampu. Bagian administratif dan pemerintahan harus meningkatkan kualitas kerja mereka dengan kinerja yang baik, menarik kepercayaan rakyat, dan memberikan pelayanan yang tulus kepada rakyat; mereka yang menjadi sumber inspirasi dan bimbingan bagi rakyat di bidang kebudayaan harus menambah usaha mereka. Kekuatan politik, pembangunan negara yang benar, dan rasa stabilitas penuh dalam sistem Republik Islam akan membuat musuh putus asa. Jika kesombongan dunia dan para setan dunia merasa Republik Islam lemah, mereka akan menambah tekanan. Alhamdulillah kita kuat dan Alhamdulillah juga kita memiliki stabilitas. 

Baca Juga  Perempuan Bukan Komoditas: Dari Rahim Peradaban Ia Berdiri Menantang Dunia

Modal yang dimiliki Republik Islam Iran yakni modal kepercayaan dan dukungan rakyat. Saya kira tidak dimiliki oleh pemerintahan mana pun di dunia. Hal ini harus kita jaga; para pejabat harus menjaganya begitu pula seluruh rakyat juga harus menjaganya. Di negara kita tidak ada pemerintah dan rakyat yang terpisah satu sama lain; semuanya adalah tentara revolusi dan harus demikian. Semangat keprajuritan untuk revolusi ini harus dijaga oleh semua orang; tidak ada perbedaan antara rakyat biasa, para pejabat, dan para pemimpin; di hadapan Islam dan sistem Islam, semuanya memiliki tugas yang sama.

Sekali lagi saya ingin menekankan dan merekomendasikan kepada kalian para saudara dan saudari insan pendidikan yang tercinta agar memandang pekerjaan ini sebagai sesuatu yang penting, memberi perhatian padanya sebagaimana yang telah kalian lakukan, menghargainya dan bersabar menghadapi kesulitannya. Ketahuilah bahwa inilah pekerjaan paling mendasar dan paling fundamental dalam masyarakat kita. Insyaallah pendidikan dan pengajaran yang sempurna akan melahirkan pendidikan tinggi yang sempurna. Keduanya akan melahirkan sistem administratif, kelembagaan dan pemerintahan yang sempurna serta mencapai tingkat tertinggi yang diharapkan; dan dasar kebaikan bagi bangsa, negara, dan pemerintahan berasal dari sini. 

Kita berharap Allah Yang Mahatinggi, dengan keberkahan ruh agung imam tercinta kita, kekasih bangsa yang telah wafat, yang insyaallah berada di sisi para siddiqin, orang-orang saleh, tentu saja para Nabi di hadapan Tuhan turut menyaksikan dan memperhatikan keadaan bangsa dan seluruh rakyat. Insyaallah dengan doa ruh agung itu serta keberkahan nasihat-nasihat tokoh besar tersebut, Allah SWT senantiasa  menunjukkan jalan yang benar kepada kita, membantu kita untuk melanjutkan jalan yang benar, dan menjadikan kita termasuk dalam doa-doa Imam Mahdi afs (semoga ruh kita menjadi tebusannya) serta termasuk dalam perhatian dan limpahan karunia-Nya. Semoga Allah menjaga kalian para saudara dan saudari tercinta dan juga membantu kalian.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

catatan:

Pertemuan ini dilaksanakan dalam rangka wafatnya Imam Khomeini (semoga kesuciannya disucikan) dan terpilihnya Ayatullah Khamenei sebagai pemimpin Revolusi Islam. Pada awal pertemuan ini, Mohammad Ali Najafi (Menteri Pendidikan dan Pengajaran) menyampaikan beberapa hal.

Bagikan:
Terkait
Komentar