Anak-anak Berkumpul di Makam Imam Ridho as untuk Memperingati Peristiwa Minab

Suasana khidmat menyelimuti pelataran Makam Suci Imam Ali Ar-Ridho as, Sabtu, 25 April lalu. Di tengah semarak perayaan 10 Hari Mulia (Dahe-ye Karamat), tak kurang dari 12.000 santri cilik penghafal Al-Quran berkumpul, bersimpuh bersama ibu mereka. Namun, pertemuan kolosal bertajuk “Malaikat Perlawanan” ini bukan sekadar perayaan rutin; ia adalah sebuah eulogi bagi kawan sebaya mereka yang gugur di Minab.

Kehadiran keluarga martir dari Sekolah “Shajareh Tayyebeh” Minab membawa getir di tengah keriuhan bocah-bocah berusia lima tahun tersebut. Di sana, duka atas kehilangan berpadu dengan spirit muda para pencinta Al-Quran, menciptakan atmosfer yang liris sekaligus heroik.

Gelaran ini sekaligus menjadi panggung unjuk kekuatan bagi Institut Mahd al-Reza. Lembaga di bawah naungan Astan Quds Razavi yang berfokus pada pendidikan Al-Quran usia dini ini bukan pemain kecil; mereka mengoperasikan 570 cabang yang tersebar di seantero Mashhad. Pertemuan Sabtu itu menjadi bukti sahih betapa luasnya jejaring pendidikan qurani yang mereka kelola.

Sebuah upacara yang dihadiri oleh 12.000 anak-anak diadakan di makam suci Imam Reza (AS) di Mashhad untuk menghormati kenangan para siswa sekolah di kota Minab, Iran Selatan, yang gugur dalam serangan brutal AS-Israel pada tanggal 28 Februari.

Rangkaian acara disusun dengan apik, mulai dari lantunan ayat suci oleh qari cilik hingga pembacaan salawat massal bagi Imam Reza (AS). Lagu kebangsaan “Tanah Air Ilahi” menggema, disusul segmen khusus yang didedikasikan untuk mengenang para syuhada cilik dari Minab. Berbagai pertunjukan teatrikal bertema Al-Quran turut memberi warna pada prosesi tersebut.

Menjelang akhir acara, ribuan suara mungil itu terdengar serempak membacakan ikrar pendek. Di bawah kubah emas, para “malaikat” ini berjanji untuk tetap menapaki jalan kebaikan dan kesalehan, mengikuti kompas bimbingan Ilahi—sebuah pesan kuat bahwa meski raga kawan mereka di Minab telah tiada, api semangatnya tetap menyala dalam hafalan ayat-ayat suci mereka.

Baca Juga  Pesan Tahun Baru Pemimpin Revolusi Islam dalam Rangka Memasuki Tahun 1405 H.S

Bagikan:
Terkait
Komentar