“Saya Hidup karena Cinta kepada Anda”: Kisah Sunyi Seorang Seniman dan Pemimpin Revolusi 

Kenangan  almarhum Qarah-Baghi tentang pertemuannya dengan Pemimpin Revolusi juga peran beliau di bidang budaya dan seni

Esfandiar Qarah-Baghi, penyanyi dan komponis senior asal Tabriz, wafat pada 17 Azar 1401 (8 Desember 2022). Pada masa Revolusi Islam, ia memiliki banyak karya yang bertema revolusi, dan lagu “Amrika Amrika, Nang be Nirang-e To” (“Amerika, Amerika, malu atas tipu dayamu”) termasuk salah satu karya paling abadi dari seniman almarhum ini.

Tuan Esfandiar Qarah-Baghi menceritakan:

“Ketika revolusi terjadi, saya masih muda, tetapi bukan pemuda biasa. Saya aktif; misalnya dalam perencanaan urusan komite-komite, saya membantu Tuan Mohammad-Reza Mahdavi Kani dan teman-teman lainnya. Sejak saat itu hubungan kami terjalin hingga kemudian sampai pada tahap penciptaan lagu-lagu revolusi. Dalam penciptaan lagu, Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei qs sangat mendukung kami. Beberapa kali beliau datang ke Vahdat Hall dan kami tampil di hadapan beliau bersama orkestra simfoni dan kelompok paduan suara; atau misalnya beliau mengirim Tuan Shamsayi  ke kantor kami agar mengambil produksi-produk baru kami dan membawanya kepada beliau supaya beliau mendengarkannya.

Beliau selalu menunjukkan kasih sayang dan kami selalu mendapat dukungan dari pihak beliau. Sosok mulia ini mencintai seni dan merupakan sahabat saya selama tiga puluh empat atau tiga puluh lima tahun. Terlepas bahwa kedudukan beliau adalah sebagai pemimpin dan pembimbing atau apa pun itu, kami sebenarnya tidak mempersoalkan hal-hal itu, sungguh saya mencintai hati lelaki ini. Beliau sendiri juga tahu; berkali-kali saya telah mengatakan kepada beliau bahwa saya hidup karena cinta kepada Anda, dan saya mengatakannya dari lubuk hati terdalam. Selama lima belas atau enam belas tahun saya tidak bertemu beliau. Berkali-kali terjadi seseorang menelepon saya dan berkata bahwa Rahbar memberi perintah agar kami menanyakan keadaan Anda. Nilai dari hal ini sangat tinggi.

Baca Juga  Ayatullah Sayyid Ali Khamenei qs: “yang menjadi prinsip utama adalah selalu berada di samping para pemuda”

Hari ini juga saya sampaikan kepada Anda di sini dan orang-orang lain mendengarnya. Saya berkata kepada beliau: “Tuanku, bukan sebagai seorang sahabat selama lebih dari tiga puluh tahun, tetapi sebagai seorang Muslim revolusioner Iran siapa pun itu tidak berbeda, karena lebih dari tiga puluh tahun penderitaan yang Anda tanggung demi kami, kami tidak mengetahui kata apa yang pantas untuk meminta maaf kepada Anda, tetapi satu-satunya hal yang mampu kami lakukan adalah mengatakan bahwa kami hanya bisa mencium tangan dan kaki Anda (sebagai ungkapan rasa terimakasih).’”
1392/11/21 (10 Februari 2014)

 

Bagikan:
Terkait
Komentar