KHAMENEI.ID – Mengapa persoalan nuklir Iran terus menjadi sumber tekanan internasional selama bertahun-tahun? Jika persoalannya semata-mata senjata nuklir, Imam Khamenei mempertanyakan mengapa tekanan begitu besar diarahkan kepada Iran, sementara banyak negara lain juga mengembangkan teknologi nuklir.
Menurut beliau, jawaban atas persoalan tersebut tidak dapat ditemukan hanya dalam isu persenjataan. Ada persoalan yang lebih mendasar: kemajuan ilmiah sebuah bangsa dan dampaknya terhadap masa depannya.
Imam Khamenei menolak anggapan bahwa kekhawatiran terhadap senjata nuklir merupakan penjelasan yang cukup. Beliau merujuk pada sejumlah penilaian dari komunitas intelijen Amerika Serikat yang, menurut beliau, menyatakan bahwa Iran tidak sedang bergerak menuju pembuatan senjata nuklir.
Namun bagi Imam Khamenei, persoalan utamanya memang bukan senjata.
Beliau berpendapat bahwa pihak-pihak yang menekan Iran mengetahui bahwa perkembangan industri nuklir memiliki arti yang jauh lebih luas. Industri nuklir bukan hanya menghasilkan energi. Ia membutuhkan dan sekaligus mendorong perkembangan berbagai cabang ilmu pengetahuan, teknologi, industri, pendidikan, serta sumber daya manusia.
Dengan kata lain, satu bidang strategis dapat menjadi kunci yang membuka banyak pintu kemajuan lainnya.
Inilah yang menurut Imam Khamenei menjadi persoalan sebenarnya.
Kemajuan dalam teknologi nuklir menuntut ilmuwan, insinyur, laboratorium, teknologi presisi, material khusus, sistem komputasi, penelitian, dan pendidikan tinggi. Ketika ekosistem tersebut berkembang, dampaknya tidak berhenti di sektor nuklir.
Pengetahuan yang lahir dari sebuah proyek ilmiah besar dapat menyebar ke berbagai bidang lain. Karena itu, kemampuan sebuah negara dalam menguasai teknologi strategis dapat memperkuat kapasitas ilmiahnya secara keseluruhan.
Dalam pandangan Imam Khamenei, perkembangan tersebut dapat menjadi ancaman bagi pihak yang tidak menginginkan Iran mengalami kemajuan besar.
Beliau bahkan mengaitkan persoalan ini dengan sesuatu yang lebih luas daripada teknologi: pengaruh sebuah bangsa terhadap bangsa lain.
Menurut Imam Khamenei, setiap kali bangsa Iran mengalami kemajuan, yang berkembang bukan hanya kemampuan materialnya. Cara berpikir, pengalaman politik, dan model kehidupan masyarakat Iran juga dapat memberikan pengaruh kepada masyarakat lain.
Karena itu, beliau melihat adanya kekhawatiran terhadap munculnya sebuah bangsa yang mampu menunjukkan bahwa kemajuan dapat dibangun melalui kemampuan sendiri.
Gagasan tersebut menjadikan teknologi sebagai bagian dari persoalan kemandirian nasional. Sebuah negara yang mampu mengembangkan ilmu pengetahuan sendiri memiliki kapasitas lebih besar untuk menentukan kebijakan dan masa depannya.
Sebaliknya, ketergantungan pada pihak lain dapat membuat sebuah bangsa lebih mudah ditekan ketika ingin memasuki bidang-bidang strategis.
Dari sudut pandang inilah Imam Khamenei membaca tekanan terhadap program nuklir Iran. Menurut beliau, tujuannya bukan hanya mencegah pembuatan senjata nuklir, melainkan menghambat perkembangan Iran dalam salah satu bidang ilmu pengetahuan paling penting.
Jika suatu negara dapat mencapai kemajuan di bidang yang sangat kompleks, keberhasilan itu dapat menciptakan efek berantai. Generasi muda memperoleh motivasi untuk memasuki bidang sains. Universitas terdorong mengembangkan penelitian. Industri mendapatkan kemampuan baru. Tenaga ahli bertambah. Dan pada akhirnya, kemampuan ilmiah nasional meningkat.
Karena itu, persoalan nuklir bagi Imam Khamenei merupakan bagian dari pertanyaan yang lebih besar: siapa yang berhak menentukan batas kemajuan teknologi sebuah bangsa?
Jika suatu bangsa hanya diperbolehkan menggunakan teknologi yang tidak mengganggu struktur ketergantungan yang sudah ada, maka persoalan sebenarnya bukan lagi sekadar keamanan internasional. Ia menyentuh persoalan kemandirian.
Dalam kerangka ini, Imam Khamenei tidak melihat kemajuan nuklir sebagai proyek yang berdiri sendiri. Beliau melihatnya sebagai salah satu pintu menuju perkembangan ilmiah yang lebih luas.
Itulah sebabnya beliau menghubungkan isu nuklir dengan masa depan Iran.
Jika sebuah bangsa menghentikan pembangunan kemampuan ilmiahnya karena tekanan hari ini, ia mungkin menghadapi persoalan yang lebih besar pada masa depan. Sebaliknya, jika kemampuan tersebut terus dikembangkan, generasi berikutnya akan memiliki lebih banyak pilihan.
Pada akhirnya, perdebatan mengenai nuklir Iran dalam perspektif Imam Khamenei bukan hanya tentang apakah sebuah negara memiliki senjata tertentu. Ia juga menyangkut hak untuk belajar, meneliti, menciptakan teknologi, dan membangun kemampuan ilmiah secara mandiri.
Sebab bagi sebuah bangsa, kemajuan ilmu pengetahuan bukan sekadar kebanggaan. Ia adalah salah satu fondasi untuk menentukan masa depan sendiri.
(Sumber: Pernyataan dalam Pertemuan dengan Para Ilmuwan, Spesialis, Pakar, dan Pejabat Industri Nuklir Iran, 11 Juni 2023)







