

KHAMENEI.ID – Ada penyimpangan yang lahir bukan karena penolakan besar terhadap kebenaran, melainkan karena satu langkah kecil yang dibiarkan terus berjalan. Pada awalnya hampir tidak terlihat. Jaraknya dengan jalan yang benar hanya sejengkal. Namun semakin lama, jarak itu melebar. Sedikit demi sedikit, hati menjadi semakin asing terhadap kebenaran yang dulu

Di tengah dunia yang kian gelisah—penuh krisis makna, konflik tak berujung, dan kelelahan kolektif—pertanyaan paling mendasar kembali mengemuka: apakah masa depan masih layak diharapkan? Banyak peradaban tampak gagap menjawabnya. Mereka gaduh di permukaan, tetapi rapuh di dalam. Di titik inilah, pandangan Islam tentang optimisme terasa bukan sekadar alternatif, melainkan tawaran

Di tengah dunia yang kian gelisah—penuh krisis makna, konflik tak berujung, dan kelelahan kolektif—pertanyaan paling mendasar kembali mengemuka: apakah masa depan masih layak diharapkan? Banyak peradaban tampak gagap menjawabnya. Mereka gaduh di permukaan, tetapi rapuh di dalam. Di titik inilah, pandangan Islam tentang optimisme terasa bukan sekadar alternatif, melainkan tawaran

Setiap tahun jutaan manusia bergerak ke satu titik yang sama. Mereka datang dari benua yang berbeda, bahasa yang berbeda, warna kulit yang berbeda, bahkan mazhab dan budaya yang tak selalu sejalan. Namun ketika thawaf dimulai, semua perbedaan itu larut dalam satu gerak melingkar yang sama. Di titik inilah, menurut Sayyid