

KHAMENEI.ID— Ada kecenderungan menarik dalam cara sebagian orang memahami agama: mereka lebih sibuk meniru bentuk luar daripada menangkap ruhnya. Ukuran kesalehan sering dipersempit menjadi model pakaian, gaya bicara, simbol-simbol lahiriah, atau nostalgia visual terhadap masa silam. Padahal, sejarah para tokoh besar Islam justru berbicara tentang sesuatu yang jauh lebih dalam:

Sejarah sering bergerak diam-diam di tangan generasi muda. Ia tidak selalu dimulai dari gedung parlemen, ruang kabinet, atau mimbar politik, melainkan dari ruang-ruang belajar, diskusi mahasiswa, dan kegelisahan batin anak muda yang menatap masa depan. Dalam salah satu pesannya, Imam Ali Khamenei berbicara langsung kepada kaum muda—sebuah ajakan yang bukan