Dari Medan Perang ke Meja Pemerintahan: Kisah tentang Amanah dan Kekuasaan 

Pidato Ayatullah Sayyid Ali Khamenei qs  dalam Pertemuan dengan Presiden dan Dewan Menteri

بسم‌اللَّه‌الرّحمن‌الرّحیم‌
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Pekan Pemerintahan dan Penjelasan Capaian Revolusi kepada Rakyat

Pertama-tama, saya mengucapkan selamat atas Pekan Pemerintahan yang merupakan kesempatan berharga, baik untuk menghargai para pelayan, pejabat, dan para pengelola urusan eksekutif negara, maupun untuk menyampaikan kabar-kabar gembira dan baik kepada masyarakat serta membuat mereka senang dan memberi penjelasan kepada mereka mengenai apa yang telah dilakukan. Saya juga menyampaikan ucapan selamat kepada para anggota pemerintah yang terhormat, Presiden yang terhormat, para menteri, para pejabat pemerintah lainnya, dan juga kepada seluruh rakyat kita yang tercinta.

Syukurlah, pada kesempatan tahun ini, salah satu keinginan dan harapan kami telah terwujud, yaitu bahwa telah dilakukan pembicaraan dengan masyarakat dan dijelaskan kepada rakyat negara ini  dan juga pada tingkat berikutnya, kepada masyarakat dunia yang antusias dan berminat mengenai apa yang telah mampu disediakan oleh revolusi bagi negara dan bangsa ini. Di antara pekerjaan baik yang dilakukan adalah pameran pencapaian pemerintah ini. 

Andai saja pameran semacam ini tidak terbatas hanya pada pekan ini, dan masyarakat dapat melihat secara nyata bahwa pemerintah yang melayani dan para pejabat yang berbicara tentang pembelaan terhadap rakyat dan pelayanan kepada mereka, dalam praktiknya apa yang telah mereka lakukan. Agar mereka memahami bahwa apa yang dikatakan bukan sekadar ucapan, klaim, dan janji belaka; sebagaimana selama bertahun-tahun umur kita, sebelum revolusi, kita terbiasa mendengar janji dari para pejabat tinggi negara. Hendaknya mereka melihat bahwa revolusi benar-benar bekerja untuk rakyat dan berusaha demi negara.

Keluar dari Kesulitan Pasca-Perang dan Pembangunan Infrastruktur Negara

Menurut saya, pokok paling mendasar yang baik untuk disampaikan dalam pekan ini dan dalam pertemuan kita ini yang untungnya sebagian telah dijelaskan oleh Bapak Presiden dan kabarnya akan sampai kepada masyarakat adalah seni besar yang mampu ditunjukkan oleh pemerintah Republik Islam dan para pejabat negara dalam keluar dari problem dan kesempitan masa setelah perang. Pekerjaan yang sangat besar telah dilakukan dan masih terus berlangsung dalam bidang ini.

Insya Allah, Anda para pejabat dan pengelola urusan akan terus melanjutkan pekerjaan ini. Perang bagi negara ini, dari sisi spiritual, memiliki banyak pencapaian yang bagi generasi-generasi mendatang akan menjadi sumber penguat spiritualitas, pemikiran, budaya, iman, dan pengalaman ilahiah; namun pada saat yang sama, dari sisi material, musuh telah memaksakan kerugian besar kepada negara. Salah satu kerugian itu adalah bahwa para pemuda terbaik dan orang-orang tercinta kita telah diambil dari bangsa ini dalam perang tersebut; tetapi kerugian berupa penghancuran negara, pemusnahan fasilitas, dan lebih dari itu, peluang-peluang yang ada di negara ini untuk pembangunan setelah revolusi, juga layak disebutkan.

Benar-benar pada masa perang, seni besar revolusi adalah mampu menjaga negara ini tetap bergerak dan berjalan. Pada masa perang, tidak ada kesempatan yang layak disebut dalam skala harapan dan kebutuhan negara ini untuk membangun infrastruktur dan menyediakan dasar-dasar bagi sebuah pembangunan sejati serta pertumbuhan ekonomi dan material yang nyata. Dalam beberapa tahun yang telah kita lalui setelah perang ini, syukurlah pemerintah telah berhasil melakukan pekerjaan-pekerjaan besar dalam bidang tersebut, sehingga hari ini benar-benar dapat dikatakan bahwa sebuah infrastruktur ekonomi yang kokoh telah terbentuk di negara ini.

Saya ingat bahwa pada awal-awal setelah perang, ketika dalam sidang-sidang rekonstruksi kami duduk bersama para pejabat negara, saat itu Bapak Presiden yang terhormat menjabat sebagai Ketua Majelis (Parlemen), dan beberapa pejabat lainnya juga hadir, di antara cita-cita kami adalah agar beberapa bendungan dibangun, sejumlah jalan dibangun, dan beberapa pabrik pokok di bidang petrokimia, baja, dan lain-lain didirikan. Semua ini benar-benar termasuk cita-cita yang kami tuliskan di atas kertas dan untuknya kami berusaha dan bekerja. 

Hari ini, alhamdulillah, cita-cita itu telah terwujud dan pekerjaan-pekerjaan tersebut telah terlaksana. Hal-hal ini juga tidak diperoleh dengan mudah, dan sungguh tidak akan tercapai kecuali dengan kerja yang tak mengenal lelah dan tak mengenal keletihan, dengan manajemen yang kuat dan penuh perhatian, serta khususnya dengan manajemen pribadi Bapak Hasyemi yang benar-benar dalam bidang ini beliau telah bertindak dengan baik dan menerapkan pengelolaan yang baik atas pemerintahan, maka hasil ini dapat diperoleh.

Saya harus menyampaikan bahwa Allah Yang Mahatinggi mengetahui, dan rakyat kita pun Alhamdulillah juga mengetahui, namun biarlah saya juga mengatakannya dan hal ini ditegaskan, bahwa dalam kehormatan ini, pribadi Bapak Presiden, satu per satu Anda para menteri yang terhormat dan para pejabat berbagai sektor, memiliki andil dan bagian, dan kehormatan-kehormatan ini adalah milik Anda, dan pahalanya insya Allah di sisi Allah Yang Mahatinggi adalah milik Anda. Demikian pula semua orang yang bersama Anda selama tahun-tahun setelah perang hingga hari ini telah bekerja sama, berbagai bagian administrasi dan para pegawai yang ada, para spesialis, para ahli, dan rakyat, insya Allah semuanya memiliki andil dalam kehormatan ini.

Hubungan antara Pembangunan dan Kekuatan Politik

Ketika di suatu negara pembangunan konstruksi dan infrastruktur ekonomi dibangun secara benar dan kokoh, dan ketika gerakan pembangunan di negara itu dalam arti kata yang sebenarnya telah terwujud, maka negara juga memperoleh kemuliaan politik di dalam dan luar negeri. Artinya, jika hari ini Anda melihat bahwa alhamdulillah pemerintah Republik Islam, bangsa Iran, dan negara kita, baik di tingkat dunia memiliki kehormatan politik maupun di dalam negeri, mulut orang-orang yang berniat buruk, para pencela, para pencari-cari kesalahan, dan mereka yang membesar-besarkan kekurangan kecil dan mengabaikan keutamaan-keutamaan besar, sampai batas yang luas telah tertutup meskipun lidah para pencela itu tidak akan pernah tertutup sepenuhnya; karena pada umumnya motif-motif kebencian tidak akan pernah hilang, namun sampai batas yang besar keadaan ini memang ada.

Hal itu karena mereka tidak memiliki sesuatu untuk dikatakan lagi, dan banyak dari hal-hal yang dahulu dapat mereka katakan atau jadikan alasan, kini sudah tidak mereka miliki lagi. Artinya, kekokohan politik sampai batas yang besar bersumber dari kekokohan aktivitas pembangunan di negara ini, yang syukurlah pekerjaan itu telah terlaksana. Dalam bidang-bidang kebudayaan juga telah dilakukan pekerjaan. Walaupun tidak sebesar pekerjaan-pekerjaan infrastruktur ekonomi dan hal-hal yang berkaitan dengan pembangunan ekonomi, namun bagaimanapun juga, dalam bidang itu pun, dengan adil harus dikatakan bahwa pekerjaan-pekerjaan yang bernilai telah dilakukan.

Pentingnya Menjaga Kelanjutan Gerakan Pembangunan

Apa yang ingin saya tekankan sebagai rekomendasi pertama adalah jangan biarkan gerakan usaha, aktivitas pembangunan, dan pekerjaan infrastruktur ini menjadi goyah dalam masa transisi yang ada di hadapan kita. Artinya, secara normal, pemerintahan ini berada pada tahun terakhir dari usahanya. Saudara-saudara para pejabat, jangan seorang pun membayangkan bahwa beberapa bulan lagi kita tidak lagi memiliki pekerjaan; tidak. Mungkin Anda ingin melanjutkan pekerjaan-pekerjaan ini selama bertahun-tahun, dan secara wajar memang demikian bahwa para manajer yang baik menjalankan pekerjaan secara berkesinambungan. 

Bahkan andaikata mereka tidak berada di pucuk tanggung jawab sekalipun; namun kehadiran dan eksistensi mereka dalam pekerjaan akan selalu terasa. Jangan biarkan tahun ini pekerjaan-pekerjaan menjadi sedikit goyah; artinya jangan berkata bahwa sekarang kita telah sampai pada Pekan Pemerintahan dan propaganda yang diperlukan sampai batas tertentu telah kita lakukan, lalu perlahan-lahan mulai berpikir untuk mengemasi semuanya! Tidak. Sampai jam dan detik terakhir yang secara hukum Anda masih dapat berusaha, Anda harus memperhatikan hadis mulia ini:

Baca Juga  Bukan Senjata, Tapi Ilmu: Mengapa Guru dan Buruh Adalah Mimpi Buruk Bagi Penjajah Dunia?

اعمل لدنیاک کأنّک تعیّش ابدا
“Bekerjalah untuk duniamu seakan-akan engkau akan hidup selamanya.”

Artinya, Anda harus menganggap bahwa sepuluh tahun lagi, lima belas tahun lagi, pekerjaan-pekerjaan ini masih berada di hadapan dan menjadi tanggung jawab Anda. Dengan pandangan dan niat seperti itu bekerjalah.

Saya benar-benar khawatir bahwa pada tahun terakhir ini, sebagian gerakan penuh usaha yang telah ada menjadi melemah dan mengalami kegoyahan. Syukurlah negara memiliki jalur yang berkesinambungan. Kebijakan-kebijakannya adalah kebijakan yang satu dan sama, dan watak sistem serta kondisi konstitusi kita tidak seperti sebagian negara lain yang ketika masa satu pemerintahan selesai, segala sesuatu berubah dan bahkan kebijakan-kebijakan pun berada dalam kemungkinan perubahan dan pergantian. 

Kita memiliki kebijakan-kebijakan tetap dan berkesinambungan; berdasarkan kebijakan-kebijakan ini telah dilakukan perencanaan-perencanaan, dan berdasarkan perencanaan-perencanaan ini para pejabat telah melakukan pekerjaan-pekerjaan yang baik. Kebijakan-kebijakan ini harus terus dilanjutkan dan pekerjaan-pekerjaan ini juga akan terus berlanjut. Oleh karena itu, rekomendasi pertama saya adalah jangan biarkan gerakan pembangunan ini mengalami kelemahan dan kelonggaran walaupun sedikit. Gerakan ini harus terus berlanjut dengan kekuatan dan keteguhan.

Pembangunan Material dan Tujuan-Tujuan Spiritual

Saya selalu menyampaikan satu poin kepada Saudara-saudara; dan sekali lagi saya merasa perlu mengulanginya. Tentu Anda adalah para pejabat yang baik. Para pejabat di berbagai sektor, alhamdulillah telah mengambil manfaat besar dari sumber spiritual revolusi dan telah memanfaatkannya; namun demikian saya harus menyampaikan poin ini agar hal-hal tersebut senantiasa tetap di dalam benak sebagai satu prinsip yang tak terlupakan. 

Dalam seluruh pekerjaan besar yang berada di pundak kita ini dalam berbagai tahapannya, kita jangan sampai lalai walau sesaat dari tujuan-tujuan dan nilai-nilai luhur sistem Islam. Jika pekerjaan pembangunan kita dilakukan dengan kelalaian terhadap tujuan-tujuan itu, maka ada kekhawatiran bahwa pekerjaan ini akan menyimpang dari tujuan-tujuan tersebut. Karena kita adalah manusia,  jika kita sedikit saja lalai, mungkin kita akan menyimpang dari صراط مستقیم (shirath al-mustaqim/jalan yang lurus), kita akan ke kanan atau ke kiri.

Pendidikan, Pembangunan, dan Tujuan Utama Sistem Islam

Misalkan seorang remaja berbakat diserahkan kepada suatu kelompok yang bijak, berpandangan matang, dan penuh kepedulian agar mereka mendidik dan membimbingnya untuk menjadi seorang manusia unggul dan menonjol. Tidak diragukan bahwa penyediaan makanan baginya adalah perlu; sebab jika ia tidak memiliki makanan, ia tidak akan tetap hidup hingga menjadi unggul. Tidak diragukan bahwa olahraga diperlukan baginya; sebab jika ia tidak berolahraga, ia tidak akan memperoleh kemampuan untuk melanjutkan pekerjaan. 

Tidak diragukan bahwa pendidikan dan pengajaran diperlukan baginya dan ia harus belajar; sebab jika ia tidak belajar dan tidak menjadi berilmu, maka kemungkinan melakukan pekerjaan-pekerjaan besar tidak akan ada baginya. Tidak diragukan bahwa wisata, hiburan, dan kehadiran di tempat-tempat rekreasi diperlukan baginya. Artinya, jika kita ingin melakukan pendidikan yang benar, mustahil kita lalai dari aspek-aspek duniawi. Bagaimana mungkin sistem Islam dapat mencapai kemuliaan di dunia sementara kita tidak memiliki pertanian, tidak memiliki industri berat, tidak memiliki tambang dan logam, dan seterusnya?

Jelas bahwa pembangunan negara adalah suatu perkara yang penting dan perlu; namun dalam seluruh pekerjaan yang berkaitan dengan remaja berbakat dan siap ini, yang untuknya Anda berpikir agar di masa depan ia menjadi manusia unggul secara spiritual, material, ilmiah, dan religius, Anda tidak boleh melupakan tujuan itu. Artinya, jika dalam olahraganya, misalnya Anda membawanya ke suatu arena olahraga sedemikian rupa sehingga ia mengalami kerusakan moral, maka ia tidak lagi akan menjadi sebagaimana yang Anda inginkan. 

Jika makanan yang Anda berikan kepadanya adalah makanan yang misalnya membuat hati manusia menjadi keras, atau menjadikan pikiran manusia lamban, maka Anda memang telah membuatnya kenyang; tetapi Anda belum memberinya apa yang diperlukan. Jika ilmu yang ingin Anda berikan kepadanya adalah ilmu yang sama sekali tidak memiliki pengaruh bagi masa depannya dan tidak memberinya kemampuan untuk tampil sebagai manusia besar dan unggul, maka pekerjaan itu belum terlaksana.

Hubungan antara Nilai-Nilai dan Pembangunan Negara

Menurut saya, hari ini di tingkat negara ada dua pendapat yang terkadang disampaikan. Kedua pendapat itu benar; meskipun secara lahiriah keduanya saling bertentangan dan terkadang disampaikan berhadapan satu sama lain. Sebagian orang, ketika berbicara tentang pembangunan dan pengembangan, mengatakan: “Pergilah menuju nilai-nilai.” Seakan-akan persoalan pembangunan dan pengembangan material serta ekonomi negara berada pada tingkat kepentingan yang rendah. Nilai-nilai disebut dengan cara seperti itu sehingga seolah-olah persoalan membangun negara berada pada tingkat berikutnya dan tidak penting. 

Sebaliknya, ketika berbicara tentang nilai-nilai, sebagian orang mengatakan: “Kita harus membangun negeri. Jika negeri tidak dibangun, kita tidak dapat memperkenalkan nilai-nilai kepada dunia.” Kedua ucapan ini sama-sama benar; artinya, tidak satu pun dari dua ucapan ini pada hakikatnya menolak ucapan yang lain. Negara harus dibangun dari seluruh berbagai dimensinya. Artinya, masing-masing Anda adalah pengelola salah satu bagian dari sektor-sektor negara, Anda juga melakukan banyak usaha, dan usaha-usaha ini bahkan harus lebih dilipatgandakan lagi, dan insya Allah dengan kekuatan dan keteguhan, gerakan-gerakan yang telah Anda mulai dan sebagian telah mencapai hasil yang baik, akan mencapai hasil akhirnya; namun dalam seluruh tahapan ini, nilai-nilai spiritual itu, hal-hal yang nanti akan saya sebutkan dua atau tiga di antaranya, harus selalu diperhatikan; sebab jika tidak, maka pembangunan ini tidak akan mencapai tujuan yang Anda harapkan darinya dan tidak akan mampu memperkenalkan serta menunjukkan sistem ilahi, kekuatan pembangunan Islam dan agama, serta kemampuan mengelola suatu bangsa dan negara melalui hukum-hukum ilahi.

Kepercayaan Diri Nasional dan Penolakan terhadap Ketergantungan Intelektual

Hal yang baik untuk saya sampaikan berkaitan dengan persoalan nilai-nilai ini dan yang harus diperhatikan di semua sektor meskipun hal-hal ini mungkin tidak mencakup seluruh yang perlu diperhatikan, namun tanpa keraguan termasuk yang paling penting salah satunya adalah persoalan kepercayaan diri para pengelola dan pejabat negara. Ini adalah salah satu nilai dasar revolusi kita; yang jika hal ini tidak ada, menurut saya fondasi-fondasi pembangunan negara akan menjadi goyah. Dalam seluruh pejabat yang bekerja dan berusaha di berbagai sektor negara, harus diperkuat ruh kepercayaan diri ini dan pemikiran bahwa Republik Islam, bangsa Iran, dan unsur-unsur internal negeri ini mampu membawa negara mencapai tingkat kemuliaan tertinggi yang dibutuhkan dan diinginkannya. 

Kadang-kadang mungkin sebagian pejabat dan sebagian orang yang bekerja di berbagai sektor , baik di bidang ekonomi, bidang kebudayaan, dan selainnya terikat pada analisis-analisis yang dipublikasikan oleh orang lain bahkan misalnya seorang ilmuwan atau penulis dalam sebuah majalah ilmiah. Analisis itu sedemikian menarik perhatian sehingga mencabut kepercayaan diri dan membuat pikiran lalai serta berpaling dari program yang lahir dari melihat realitas-realitas di negara; karena setiap negara memiliki tuntutan dan realitasnya sendiri.

Kita harus berusaha agar para pelajar kita sejak masa sekolah, para mahasiswa kita, dan mereka yang baru memasuki dunia kerja, menjaga dan memperkuat ruh kepercayaan diri serta keyakinan bahwa dengan analisis, motivasi, dan pemahaman sendiri terhadap persoalan-persoalan negara, persoalan-persoalan itu dapat diselesaikan. Tidak seharusnya memperhatikan apa yang ditulis oleh seorang penulis surat kabar tertentu dan apa yang dikatakan oleh seorang analis asing tertentu bahwa “Iran harus menempuh jalan ini agar dapat mencapai pembangunan dan penyelesaian masalah ekonomi.” Tentu persoalan-persoalan ilmiah di mana pun di dunia, dari bahasa apa pun ia keluar, layak diperhatikan; hanya saja bukan dalam bentuk penerimaan tanpa syarat, melainkan dalam bentuk penerimaan analitis, yaitu bahwa seseorang mengambil suatu pendapat, lalu menimbangnya dengan berbagai kondisi negara dan membawanya ke tahap pelaksanaan.

Baca Juga  Ka‘bah dan Luka Umat: Mengapa Muslim Saling Jauh Saat Musuh Kian Dekat

Bagaimanapun juga, tidak terikat kepada analisis dan pandangan asing adalah hal terpenting yang dalam persoalan nilai-nilai harus ada dalam keseluruhan struktur organisasi. Jangan terlalu memperhatikan apa yang orang lain katakan tentang kita. Mungkin apa yang mereka katakan tentang kita berbeda dengan apa yang mereka katakan tentang diri mereka sendiri. Meskipun apa yang mereka katakan tentang diri mereka sendiri pun secara niscaya belum tentu benar tentang kondisi kehidupan kita. 

Tidak berarti pasti sesuai dengan keadaan kita juga. Kita memiliki rakyat yang religius, yang hidup dengan iman keagamaan, dengan gerakan revolusioner, dan dengan perhatian terhadap nilai-nilai spiritual; mereka juga memandang penting dan memberi perhatian besar kepada nilai-nilai tersebut. Hal-hal ini harus diperhatikan. Jangan melihat apa yang orang lain katakan tentang Anda, negara, para pejabat, dan program-program negara. Lihatlah apa yang dibutuhkan dan harus Anda lakukan.

Partisipasi Rakyat dan Keadilan Sosial dalam Pembangunan

Hal lain yang diperlukan dalam seluruh bidang pembangunan adalah bahwa sejak awal revolusi, sebagai sebuah prinsip, kita menekankan partisipasi rakyat. Imam Khomaeni qs berulang kali merekomendasikan dan berbicara tentang melibatkan rakyat. Pada masa itu, juga ada suatu pemikiran yang hampir menjauhkan rakyat dari berbagai medan kegiatan. Kemudian, alhamdulillah, semua sampai pada kesimpulan bahwa tidak demikian; rakyat harus ikut serta dan terlibat dalam berbagai persoalan negara, baik persoalan ekonomi maupun bidang-bidang lainnya  dalam persoalan politik, alhamdulillah sekarang mereka juga turut campur tangan. Hari ini pun demikian adanya; dan memang harus demikian.

Ini juga merupakan sebuah prinsip bahwa rakyat harus menjadi bagian, mitra, rekan kerja, dan pelaksana langsung dalam urusan-urusan pemerintah; namun poin mendasar yang ada di sini adalah bahwa bentuk keterlibatan rakyat tidak boleh menyebabkan sebagian lapisan masyarakat atau sebagian individu cerdik di tengah masyarakat memperoleh keuntungan besar dan kekayaan yang datang tiba-tiba, sementara sebagian masyarakat lainnya tetap tertinggal dalam kebutuhan-kebutuhan paling dasar kehidupan. Artinya, persoalan mendasar berupa keadilan sosial dan perhatian kepada seluruh lapisan masyarakat di berbagai sektor harus diperhatikan. 

Sekarang di berbagai sektor negara, pemerintah di kementerian-kementerian yang berbeda, baik berdasarkan undang-undang maupun berdasarkan kebijakan-kebijakan yang ada di kementerian tertentu yang memang baik dan tidak bermasalah, masing-masing dengan caranya sendiri menyeimbangkan dan menyelaraskan urusannya dengan rakyat; namun pasti harus diperhatikan agar dari fasilitas dan aset pemerintah yang merupakan milik seluruh rakyat, jangan sampai muncul kekayaan-kekayaan mendadak, dan sebagai konsekuensi dari adanya kekayaan mendadak di negara, sejumlah orang tetap berada dalam keadaan kekurangan.

Kekayaan Mendadak, Kemiskinan, dan Tanggung Jawab Negara

Selama masih ada orang-orang di negara ini yang dapat memperoleh keuntungan dan manfaat besar serta tak terhitung dari aset-aset negara, dan secara lahiriah tampak seolah-olah mereka melakukan transaksi, penyewaan, kontrak kerja, dan perantaraan dalam bentuk yang legal artinya secara lahiriah mengenakan pakaian hukum; meskipun mungkin secara batin juga merupakan pelanggaran hukum, tanpa keraguan, kemiskinan di negara ini tidak akan pernah dapat diberantas. Hal seperti itu tidak mungkin. Artinya, adanya fasilitas berlebihan di tangan sekelompok kecil tidak akan membiarkan hasil produksi dan fasilitas negara dapat diakses oleh rakyat lainnya. Inflasi yang selalu Anda keluhkan dan semua orang keluhkan dan memang benar untuk dikeluhkan,  juga akan terus berlanjut sampai akhir. 

Harus ada perhatian yang teliti di berbagai lembaga pemerintah agar dicegah pemanfaatan yang tidak logis dan tidak benar yang berujung dan mengarah kepada kekayaan-kekayaan besar. Jika kebetulan ada undang-undang yang karena kelalaian telah ditetapkan, atau peraturan di suatu tempat dibuat sedemikian rupa sehingga menghasilkan keadaan ini, karena hal tersebut memiliki kerugian dan cacat demikian, maka bahkan undang-undang itu sendiri harus diperbaiki, dan Majelis Syura Islam (Parlemen Republik Islam), Dewan Menteri, dan berbagai sektor lainnya harus memperhatikan agar memperbaikinya sedemikian rupa dan tidak membiarkan hal itu menciptakan lahan bagi keadaan tersebut.

Pemanfaatan berbagai lapisan masyarakat terhadap fasilitas negara harus seimbang. Tidak boleh sedemikian rupa sehingga jarak sosial semakin hari semakin besar dan sebagian orang hidup dengan cara seperti itu. Tentu sebagian besar pekerjaan ini juga dapat diwujudkan oleh Kementerian Ekonomi dan Keuangan serta bagian perpajakan: yaitu pengambilan pajak yang sesuai dan tepat dari mereka yang memperoleh keuntungan dan manfaat. Ini juga merupakan makna lainnya.

Inflasi, Nilai Mata Uang, dan Kesejahteraan Rakyat

Dalam konteks ini, saya juga memiliki rekomendasi lain kepada saudara-saudara tercinta, yang harus benar-benar dimasukkan ke dalam program; sebab dalam masa pembangunan, sebagian dari kekurangan-kekurangan ekonomi secara alami memang ada. Di semua tempat pun demikian adanya. Inflasi meningkat dan daya beli banyak masyarakat menurun. Harus ada, insya Allah, usaha yang berlipat ganda di dalam pemerintah untuk menyelesaikan persoalan-persoalan ekonomi khusus di negara ini. Persoalan inflasi harus diselesaikan dengan suatu cara. Kekuatan mata uang nasional harus dijaga dengan pengelolaan yang sebaik-baiknya, dengan tindak lanjut dan usaha yang lebih besar lagi. 

Tentu kita berharap bahwa insya Allah pada hari ketika hasil pekerjaan Anda semakin tampak dan pekerjaan-pekerjaan infrastruktur ini mencapai hasilnya, hal itu juga akan terwujud; dalam jangka panjang memang akan demikian. Akan tetapi tidak bisa hanya menunggu, dan jalan-jalan penyelesaian yang dalam jangka pendek dan menengah dapat ditempuh tidak boleh diabaikan. Nilai mata uang nasional ini sendiri adalah kunci penyelesaian banyak persoalan negara, dan lemahnya daya beli di kalangan lapisan bawah masyarakat serta ketidakmampuan mereka memenuhi kebutuhan hidup mereka, bersumber dari persoalan ini, yang insya Allah harus diupayakan secara lebih sungguh-sungguh.

Penghormatan kepada Para Pejuang dan Keluarga Syuhada

Dalam hal ini pula, kami selalu memiliki rekomendasi yang kembali saya sampaikan kepada saudara-saudara tercinta dan saya ingatkan kembali, yaitu perhatian kepada para pejuang yang berkorban dalam berbagai pekerjaan dan sektor, serta penyerahan berbagai tanggung jawab negara kepada mereka. Sungguh, keamanan yang dimiliki negara hari ini, dan dengan memanfaatkan keamanan itu berbagai sektor dapat bekerja, membuat perencanaan, berinovasi, membangun negara, dan menciptakan kehormatan bagi negara dan bagi diri mereka sendiri, bersumber dari usaha para pejuang pengorbanan dan para pemuda yang pergi ke medan perang melawan musuh. 

Sebagian menjadi syahid, dan keluarga mereka masih ada. Sebagian terluka dan menjadi para veteran cacat perang. Sebagian lainnya, alhamdulillah, tetap sehat, dan mereka adalah para pejuang pengorbanan kita. Para pemuda mukmin dari angkatan bersenjata ini benar-benar telah berusaha dan bersusah payah, baik pasukan militer maupun pada bagiannya pasukan keamanan dalam menghadapi mereka yang mengganggu keamanan negara dan sebagaimana suatu ketika Imam berkata: jika para pemuda ini tidak ada dan revolusi ini tidak menang, maka sekarang kita tidak akan memiliki kesempatan dan kehormatan ini untuk menjadi pejabat negara serta memperoleh pahala bagi diri kita di sisi Allah Yang Mahatinggi, dan memperoleh kehormatan di hadapan rakyat dan sejarah. Berikanlah pelayanan-pelayanan ini kepada rakyat tersebut.

Pada hakikatnya, Anda para pejabat negara dan kita semua berutang kepada seluruh rakyat, khususnya para pejuang pengorbanan dari kalangan rakyat, yang dengan jiwa, kemampuan, dan jerih payah mereka telah menyediakan kemungkinan ini bagi kita. Jika pengorbanan-pengorbanan ini tidak ada, tidak jelas apakah negara akan tetap memiliki keutuhan wilayah atau tidak. Apakah akan memiliki keamanan atau tidak. Apakah musuh akan berada di dalam negara kita atau tidak. Dan apakah akan ada kemungkinan bagi seseorang untuk bekerja dan berusaha bagi negara serta menciptakan pembangunan. 

Baca Juga  Pidato Imam Ali Khamenei qs dalam Pertemuan dengan Ribuan Wanita dan Anak-anak

Hal ini mendiktekan dan mewajibkan kepada kita bahwa di seluruh tahapan, kita harus menjaga dan berhati-hati agar jangan sampai na‘udzubillah hak lapisan-lapisan pejuang pejuang yang berkorban untuk negara, seperti keluarga para syuhada, para veteran cacat perang, para pejuang perang, dan mereka yang benar-benar berjihad dan bersusah payah di jalan Allah, menjadi hilang karena sebagian ucapan dan keluhan yang kadang-kadang terdengar di sana-sini; dan itu pun berasal dari pihak orang-orang yang pada masa perang sama sekali tidak memiliki kepedulian dan tidak melakukan usaha apa pun untuk revolusi ini, untuk perang, dan di medan-medan bahaya.

Kadang-kadang mereka melontarkan keluhan seperti: mengapa di universitas, di kementerian-kementerian, atau di tempat tertentu, diberikan keistimewaan kepada keluarga syuhada, para pejuang pengorbanan, atau para anggota Basij (relawan sipil yang dalam militer)? Jangan pedulikan hal-hal itu. Apa yang diberikan kepada mereka sebagai keistimewaan, yang alhamdulillah hari ini juga sudah menjadi hukum, tidak lebih besar daripada apa yang memang menjadi hak mereka; bahkan dibandingkan dengan hasil dari perjuangan mereka, sebenarnya jauh lebih sedikit.

Pengawasan Ilahi dan Tanggung Jawab Moral Para Pejabat

Kami meminta kepada saudara-saudara tercinta agar senantiasa memandang Allah hadir dan mengawasi dalam segala keadaan. Perhitungan ilahi di hari Kiamat harus dianggap serius. Hisab ilahi adalah benar adanya. Sekecil apa pun pekerjaan kita, na‘udzubillah, satu saat kelalaian kita, satu saat kekurangan usaha kita, semuanya tercatat, tersimpan, dan tetap ada dalam berkas dan lembaran amal kita. Dari satu per satu semua itu, kita akan dimintai pertanggungjawaban; sebagaimana setiap saat kesulitan yang Anda lalui di jalan tanggung jawab, juga tercatat dan tersimpan dalam catatan amal Anda. 

Kekhawatiran yang Anda miliki terhadap pekerjaan, usaha yang Anda lakukan, tekanan yang Anda berikan kepada saraf, tubuh, dan keluarga Anda sendiri demi melakukan suatu pekerjaan untuk Allah dan di jalan-Nya, semua itu juga tersimpan di sisi Allah Yang Mahatinggi. Jika, na‘udzubillah, ada kelalaian, kekurangan usaha, kecerobohan dalam suatu pekerjaan, atau tidak memperhatikan kemaslahatan besar rakyat dan sistem karena sebagian pertimbangan pribadi dan kelompok, maka semua itu tersimpan di sisi Allah Yang Mahatinggi dan Allah Yang Mahatinggi akan menanyakan semua itu kepada kita.

Perhitungan ilahi adalah perhitungan yang berat dan sangat serius. Semoga Allah menjadikan kita senantiasa memiliki pengawasan diri ini agar pekerjaan-pekerjaan kita dilakukan dengan ketelitian yang lebih besar. Saya sendiri lebih membutuhkan hal ini daripada Anda semua, bahkan lebih berkewajiban daripada Anda untuk memiliki pengawasan ini dalam sekecil apa pun perbuatan saya. 

Tentu saya juga berkewajiban menyampaikan hal ini kepada Anda, bahwa satu jam tambahan yang Anda gunakan untuk bekerja dan perhatian lebih yang Anda berikan, tentu memiliki pahala di sisi Allah Yang Mahatinggi. Jika ada satu saat saja sebagian pekerjaan diabaikan, atau suatu pertimbangan menyebabkan seseorang tidak melakukan pekerjaan yang seharusnya ia lakukan; maka itu pun di sisi Allah Yang Mahatinggi memiliki perhitungan dan pertanggungjawaban yang harus diperhatikan.

Menjauhi Kepentingan Ekonomi Pribadi demi Kemurnian Pelayanan

Menurut saya, khususnya para menteri dan pejabat tinggi negara, jika mereka ingin membebaskan diri dari berbagai kegelisahan ini dan ingin mencatat pelayanan besar, tulus, dan baik yang mereka berikan tanpa kegelisahan dan masalah apa pun di dalam lembaran amal mereka, serta menjadikannya tetap lestari bagi negara ini, maka jalannya adalah dengan sama sekali tidak memasuki aktivitas-aktivitas ekonomi pribadi dan kelompok. Anda sekalian, alhamdulillah, telah merasa cukup dengan sedikit. 

Suatu waktu, Bapak Hasyemi pernah mengundang seseorang untuk menjadi menteri agar memegang tanggung jawab di suatu bidang. Orang itu datang kepada beliau dan berkata: “Jika saya datang dan menjadi menteri, kehidupan saya akan terganggu; sedangkan sekarang kehidupan saya berjalan dengan baik!” Saya tidak ingat apakah beliau menerimanya dan misalnya mengatakan akan memberikan sesuatu tambahan, ataukah tidak menerimanya. Secara alami memang demikian, bahwa jika orang-orang yang memiliki spesialisasi baik pergi bekerja di sektor-sektor lain negara, tentu mungkin kehidupan mereka juga menjadi lebih baik. Mereka akan memiliki kehidupan yang lebih nyaman dan penghasilan yang lebih besar. Secara alami, jabatan kementerian tidak demikian. Berdasarkan kaidah umum, jabatan itu akan mengurangi sebagian tingkat fasilitas dan kenikmatan dibanding sektor-sektor lain. Bertahanlah dengan kadar itu. Tahanlah dan terimalah keadaan itu. 

Jangan berpikir untuk menjamin kehidupan pribadi Anda sendiri. Tentu saya tahu, alhamdulillah Anda tidak memikirkannya; tetapi apa yang kami sampaikan kepada Anda ini pada hakikatnya berlaku sebagai hujjah (landasan yang mengikat) bagi seluruh manajer dan pejabat di berbagai sektor dan tingkatan, dan mereka harus mematuhinya. Para pengelola negara jangan berpikir untuk menjamin masa depan mereka sendiri. Segala sesuatu berada di tangan Allah. Pengelolaan kehidupan dan kelanjutannya juga berada di tangan Allah. Dalam aktivitas ekonomi, sejauh mungkin Anda menjauhkan diri dan menahan diri, hal itu lebih baik bagi Anda, bagi pekerjaan Anda, dan bagi negara; bahkan menurut saya, menjauhi setiap pekerjaan selain tugas khusus Anda sendiri akan membantu Anda agar mampu menjalankan tugas utama tersebut.

Bahaya-Bahaya dalam Amal dan Pentingnya Pengawasan Diri

Bagaimanapun juga, wahai orang-orang tercintaku! Pekerjaan yang baik juga memiliki bahaya-bahaya. Tidak ada pekerjaan baik yang tanpa bahaya. Manusia terdidik yang luhur dan berada pada tingkatan tinggi, yang termasuk golongan orang-orang ikhlas menurut pembagian spiritual dalam riwayat-riwayat dan sumber-sumber syariat kita, berada dalam keadaan:

فی خطر عظیم
“Dalam bahaya yang besar.”

Manusia yang ikhlas, yaitu seseorang yang seluruh pekerjaannya dilakukan untuk Allah, satu kata yang ia ucapkan, satu gerakannya, bahkan makan, minum, dan istirahatnya pun tidak dilakukan kecuali untuk Allah dan tanpa niat selain mendekatkan diri kepada-Nya, dalam riwayat disebutkan bahwa bahkan manusia seperti ini pun فی خطر عظیم berada dalam bahaya yang besar. Maka lihatlah keadaan kita yang masih sangat jauh dari keikhlasan seperti itu. Dari berbagai bahaya ini manusia harus sangat berhati-hati. Bahaya pekerjaan dan bahaya kehidupan sangat banyak. Manusia harus senantiasa mengawasi dirinya.

Tentu saya tidak mengatakan ini agar Anda kehilangan keberanian dalam bekerja; tidak. Salah satu bahaya dalam pekerjaan justru adalah bahwa manusia kehilangan keberanian untuk bekerja. Berhati-hatilah agar Anda tetap bekerja dengan keberanian, kekuatan, keteguhan, dan tawakal kepada Allah. Dalam tingkatan apa pun Anda berada, teruslah maju. Salah satu bahaya memang adalah bahwa manusia tidak memiliki keberanian. Bahaya-bahaya lain juga ada; berhati-hatilah agar bahaya-bahaya itu, insya Allah, tidak menimpa Anda.

Harapan atas Kelanjutan Pelayanan

Kami berharap kepada saudara-saudara tercinta yang sibuk melakukan pekerjaan-pekerjaan besar dan baik ini, sebagaimana alhamdulillah Tuan Hasyemi menyatakan keridaannya, semoga Allah Yang Mahatinggi juga ridha kepada Anda, dan semoga Anda meninggalkan nama serta amal baik dari diri Anda sendiri, dan insya Allah melanjutkan pelayanan-pelayanan ini selama bertahun-tahun, menjadi sumber pengaruh dan manfaat bagi negara ini, dan melalui pekerjaan-pekerjaan Anda, insya Allah rakyat memperoleh manfaat yang melimpah.

والسّلام علیکم و رحمةاللَّه و برکاته
Dan salam sejahtera atas kalian, beserta rahmat Allah dan keberkahan-Nya.

Baca Juga:

Pidato Imam Ali Kamenei qs dalam Pertemuan dengan Penyelenggara Ibadah Haji

Analisis Lengkap Pidato Imam Khamenei: Dari Revolusi 1979 Hingga Fitnah Politik Iran 2026 

 

Bagikan:
Terkait
Komentar