

KHAMENEI.ID– Kekuasaan sering kali diukur dari angka. Berapa besar pertumbuhan ekonomi, seberapa tinggi investasi, atau berapa banyak pembangunan yang berhasil diwujudkan. Semua itu penting. Namun dalam pandangan Islam, ada ukuran yang jauh lebih mendasar daripada sekadar keberhasilan administratif. Seorang pemimpin tidak hanya diminta mengatur kehidupan dunia, tetapi juga membantu manusia menemukan

KHAMENEI IR – Bismillahirrahmanirrahim “Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah. Maka di antara mereka ada yang gugur, dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka sedikit pun tidak mengubah (janjinya).” (QS. Al-Ahzab: 23) Menyusul wafatnya Marja’ Agung Dunia

KHAMENEI.ID – Ayatullah Sayyid Mujtaba Khamenei hf, melalui sebuah pesan resmi, menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Marja’ Taklid Agung, Ayatullah Al-Haj Syaikh Ishaq Fayyadh. Dalam pesan tersebut, beliau memuji dedikasi almarhum dalam bidang keilmuan, pengembangan Hauzah, dan bimbingan umat, serta menyampaikan duka cita mendalam kepada Hauzah Ilmiah Najaf al-Ashraf, segenap pengikut (muqallid)

KHAMENEI.ID – Ayatullah Sayyid Mujtaba Khamenei, melalui sebuah keputusan resmi, telah melantik anggota Dewan Direksi Pusat Layanan Hauzah Ilmiah (Markaz-e Khadamat-e Hauzeh-haye Elmiyeh) untuk masa jabatan lima tahun. Berdasarkan keputusan tersebut, para ulama yang terdiri dari Hujjatul Islam wal Muslimin Hossein Rahimian, Mohammad Jafari Gilani, Mohiuddin Makarem Shirazi, Ghadamali Eshaghian,

KHAMENE.ID – بسم الله الرّحمن الرّحیم Sehubungan dengan perencanaan intensif yang telah dilakukan untuk menyelenggarakan prosesi penghormatan terakhir (perpisahan), upacara pelepasan jenazah (tasyi’), dan pemakaman Imam mujahid dan syahid kita, Yang Mulia Ayatullah Sayyid Ali Khamenei Qaddasallahu Nafsahuz Zakiyyah beserta para martir dari keluarga Pemimpin Revolusi Islam secara agung; dengan

KHAMENEI.ID – Di masa lalu, ancaman terhadap sebuah bangsa sering datang dalam bentuk yang mudah dikenali: pasukan bersenjata, invasi militer, atau penjajahan langsung. Musuh datang dari luar, mengenakan seragam yang berbeda, membawa senjata, dan bergerak secara terang-terangan. Namun dunia modern telah mengubah wajah konflik. Hari ini, sebuah masyarakat bisa dilemahkan

KHAMENEI.ID – Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang Sembari mengucapkan selamat atas Idul Ghadir yang penuh berkah dan memperingati 37 tahun wafatnya pendiri Republik Islam Iran yang menyayat hati, Imam Khomeini (semoga Allah swt mensucikan jiwanya yang murni), dengan ini kami menginformasikan kepada bangsa besar Iran, bangsa-bangsa

KHAMENEI.ID – Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang Segala puji bagi Allah, yang telah menyempurnakan agama-Nya dan melengkapkan nikmat-Nya dengan Wilayah (Perwalian/Kepemimpinan) Amirul Mukminin, Ali bin Abi Thalib (semoga keselamatan tercurah atasnya). Saya menyampaikan ucapan selamat atas kesempatan yang penuh berkah, Idul Ghadir, kepada seluruh umat Muslim

KHAMENEI.ID– Ada satu kesalahan yang sering dilakukan sebuah bangsa ketika sedang membangun masa depannya: menganggap kemajuan lahir dari kebijakan semata. Padahal sejarah menunjukkan hal yang berbeda. Peradaban besar tidak dibangun pertama-tama oleh gedung, jalan raya, atau angka pertumbuhan ekonomi. Ia dibangun oleh manusia-manusia yang berpikir, berkarya, dan berani melahirkan gagasan

KHAMENEI.ID – Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang Pada kesempatan yang penuh berkah Idul Adha (Hari Raya Kurban) dan peringatan dimulainya masa sidang pertama Majelis Permusyawaratan Islam, saya mengucapkan selamat kepada seluruh rakyat tercinta Iran Islam dan para wakil rakyat yang terhormat di Majelis Permusyawaratan Islam. Pada

KHAMENEI.ID – “Allahu Akbar” bukan sekadar slogan keagamaan; melainkan sebuah “doktrin politik-keamanan” yang menantang tatanan kekuasaan hierarkis di dunia. Dalam pandangan dunia materialis, “kekuasaan” diukur melalui indikator keras (hard indicators) — PDB, hulu ledak nuklir, dan hak veto politik. Dalam tatanan ini, bangsa-bangsa yang tertindas konsisten didefinisikan sebagai bangsa “kecil”,