Kabar

Usia Ideal Menikah dalam Pandangan Islam

Apa rahasia dibalik usia pernikahan yang diberkahi? Mengapa Islam sangat menekankan pernikahan muda sementara Barat justru menggesernya ke usia paruh baya? Berikut adalah pandangan mendalam Ayatullah Sayyid Ali Khamenei, tentang “usia tepat untuk menikah” berdasarkan fitrah manusia dan ajaran Islam yang otentik. Tidak Boleh Terpengaruh Budaya Barat Salah satu tuntutan

Nikmat yang Diam-Diam Dicabut: Refleksi tentang Umat yang Berbalik Arah 

Ada ironi yang berulang dalam sejarah manusia dan Al-Qur’an menyebutnya tanpa tedeng aling-aling. Ia bukan tentang orang-orang yang tak pernah mengenal kebenaran, melainkan tentang mereka yang pernah berada di puncak hidayah, lalu tergelincir mundur. Sebuah kemunduran yang bukan sekadar stagnasi, tetapi kemerosotan spiritual dan peradaban. Dalam bahasa yang tajam, ini

Perempuan Bukan Komoditas: Dari Rahim Peradaban Ia Berdiri Menantang Dunia

Pidato Ayatullah Sayyid Ali Khamenei qs dalam Pertemuan dengan Berbagai Kalangan Perempuan 4 Januari 2023 Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang  Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, dan shalawat serta salam atas junjungan kita Abul-Qasim al-Musthafa Muhammad, serta atas keluarga beliau yang suci, bersih dan terpilih, khususnya

Di Balik Hijab yang Tak Sempurna, Ada Iman yang Tak Selalu Terlihat

Di tengah perdebatan panjang tentang hijab dalam Islam, satu hal sering terlupakan: antara hukum dan manusia, ada ruang yang tidak selalu hitam-putih. Hijab kerap dibicarakan dengan nada keras seolah ia hanya soal benar dan salah, patuh atau membangkang. Padahal, di balik kain yang menutup kepala itu, ada cerita yang jauh

Mengapa Al-Qur’an Memilih Perempuan sebagai Cermin Iman Manusia 

Di tengah hiruk-pikuk peradaban modern yang sering memuja standar maskulinitas sebagai ukuran keberhasilan, satu pertanyaan mendasar layak diajukan: mengapa perempuan harus meniru laki-laki untuk dianggap setara? Dalam lanskap budaya global yang masih menyisakan jejak patriarki, perempuan kerap didorong untuk “menjadi seperti laki-laki” dalam cara berpikir, bekerja, bahkan dalam cara memaknai

Sekilas Kenangan Ayatollah Sayyid Mojtaba Hosseini Khamenei tentang Sang Pemimpin yang Syahid (Bagian 1)

Sosok yang menjalani hidup sederhana sepanjang hayatnya, namun mampu mengguncang fondasi angkuh kesombongan dan dominasi global. Berikut ini adalah kutipan dari satu-satunya wawancara yang pernah diberikan oleh Pemimpin Revolusi Islam, Imam Sayyid Mojtaba Hosseini Khamenei, hingga saat ini. Selama bertahun-tahun, beliau senantiasa menghindari sorotan media maupun bentuk wawancara apa pun.

Kerja Adalah Perlawanan: Mengapa Produktivitas Menjadi Senjata Utama Bangsa Iran

Pidato dalam Pertemuan dengan Para Pekerja Dalam Rangka Memperingati Pekan Kerja dan Pekerja بسم الله الرّحمن الرّحیم Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, dan shalawat serta salam atas junjungan kita dan Nabi kita semua Abul Qasim al-Musthafa Muhammad saw, serta atas keluarga beliau yang terbaik,suci dan terpilih, khususnya Imam

Di Balik Isu Nuklir Iran: Antara Senjata, Sains, dan Ketakutan Dunia

Selama lebih dari dua dekade, isu nuklir Iran tak pernah benar-benar sepi. Ia hadir seperti gema panjang yang terus dipantulkan oleh ruang diplomasi global: sanksi, negosiasi, tekanan, hingga ancaman. Pertanyaannya sederhana namun menggugah: mengapa program nuklir Iran menjadi polemik berkepanjangan, padahal banyak negara lain juga mengembangkan teknologi yang sama? Dalam

Pesan Pemimpin Revolusi dalam Rangka Memperingati Hari Buruh dan Hari Guru

Hadrat Ayatullah Sayyid Mujtaba Khamenei hf, dalam sebuah pesan yang disampaikan untuk memperingati Hari Buruh dan Hari Guru, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kedudukan dan martabat kedua jenis profesi tersebut. Beliau menegaskan urgensi untuk mematahkan ambisi dan memupus harapan musuh-musuh kemajuan dan kejayaan Iran dalam kancah Jihad Ekonomi dan Kebudayaan, sebagaimana

Pidato Imam Ali Khamenei qs dalam Pertemuan dengan Ribuan Wanita dan Anak-anak

Bismillahirrahmanirrahim (1) Alhamdulillahirabbil ‘alamin, wash-shalatu was-salamu ‘ala sayyidina wa nabiyyina Abil Qashimil Mushthafa Muhammad wa ‘ala alihi al-athyyibinath-thahirin al-muntajabin, si-ma baqiyyatillahi fil-aradhin. Selamat datang kepada seluruh hadirat para wanita yang terhormat, khususnya keluarga para syuhada tercinta, dan secara khusus pula keluarga dari para syuhada yang baru gugur, yang merupakan manifestasi