Kabar

Menjaga Martabat Seorang Mukmin: Ketika Kebenaran Tak Harus Mempermalukan

KHAMENEI.ID– Di zaman ketika informasi bergerak lebih cepat daripada kebijaksanaan, nama baik seseorang sering kali menjadi korban pertama. Sekali tuduhan dilemparkan ke ruang publik, ia akan hidup jauh lebih lama daripada klarifikasi. Yang tersisa bukan lagi pencarian kebenaran, melainkan jejak prasangka yang sulit dihapus. Padahal, dalam pandangan Islam, kehormatan manusia bukan

Pesan Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam, Imam Mojtaba Khamenei kepada Jemaah Haji 2026

KHAMENEI.ID – Ayatullah Sayyid Mojtaba Khamenei, Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam, dalam pesan tertulisnya menyambut tibanya musim Haji Ibrahimi, mengategorikan rangkaian ritual dan zikir haji yang sarat misteri serta makna sebagai tanda-tanda abadi bagi umat manusia guna berhijrah menuju Allah Swt., membebaskan diri dari belenggu setan beserta sekutunya, serta melakukan ikhtiar

Pesan Pemimpin Tertinggi Revolusi dalam Rangka Memperingati Dua Tahun Gugurnya Syahid Raisi dan Rombongan Pengiringnya

KHAMENEI.ID – Ayatullah Sayyid Mujtaba Khamenei hf, dalam pesan tertulisnya guna memperingati haul para martir “Penerbangan Ordibehesht”—khususnya Presiden Syahid Hujjatul Islam wal Muslimin Raisi—menyebut rasa tanggung jawab yang tinggi serta sikap merakyat sebagai di antara karakteristik utama dari Syahid Raisi. Seraya menyoroti besarnya beban amanah yang dipikul oleh para pejabat

“Jangan Percaya Musuh”: Imam Ali Khamenei, Politik Ketahanan, dan Kritik terhadap Barat

KHAMENEI.ID – Dalam dunia politik modern yang dipenuhi diplomasi, negosiasi, dan janji kerja sama internasional, Imam Ali Khamenei qs mengajukan satu peringatan yang terdengar keras sekaligus kontras: “Jangan percaya kepada musuh.” Kalimat itu bukan sekadar slogan politik, melainkan inti dari pandangannya tentang hubungan dunia Islam dengan kekuatan-kekuatan global yang ia anggap

Persatuan Dunia Islam dan Ketakutan Amerika: Pandangan Imam Ali Khamenei tentang Politik Perpecahan

KHAMENEI.ID – Siapa sebenarnya yang takut pada persatuan umat Islam? Pertanyaan itu menjadi pusat perhatian dalam kerangka pemikiran Imam Ali Khamenei qs yang membahas hubungan antara persatuan dunia Islam dan dominasi kekuatan global. Bagi beliau, musuh utama persatuan Muslim bukanlah perbedaan mazhab atau batas negara, melainkan kekuatan-kekuatan yang selama ini diuntungkan

Manusia Sibuk Mengejar yang Jauh, Padahal Cahaya Itu Ada di Dekatnya 

KHAMENEI.ID— Ada ironi yang sering muncul dalam kehidupan spiritual manusia modern: kita begitu merindukan tempat-tempat suci yang jauh, tetapi sering lupa pada mata air keberkahan yang justru berada dekat dengan kehidupan kita sendiri. Sebagian orang bermimpi seumur hidup untuk menjejakkan kaki di Karbala. Ada yang menabung bertahun-tahun demi bisa berdiri

Jawaban Pemimpin Tertinggi Revolusi terhadap Surat dari Sejumlah Aktivis Kemasyarakatan di Bidang Kependudukan

KHAMENEI.ID – Ayatullah Yang Mulia Sayyid Mujtaba Khamenei, dalam tanggapannya atas surat penyampaian rasa hormat dan belasungkawa dari sejumlah aktivis kemasyarakatan di bidang kependudukan atas gugurnya Pemimpin Agung Revolusi Islam yang Mulia (Semoga Allah Menyucikan Jiwanya yang Bersih), menyoroti isu pertumbuhan penduduk serta korelasinya dengan kekuatan dan peradaban Iran Islami.

Haji Bara’ah: Ketika Ibadah Menjadi Pernyataan Sikap terhadap Penindasan

KHAMENEI.ID – Setiap tahun jutaan Muslim berangkat ke Tanah Suci membawa doa, harapan, dan air mata. Namun, Imam Ali Khamenei qs mengingatkan bahwa haji bukan hanya perjalanan spiritual. Ada dimensi lain yang sering terlupakan: dimensi sikap, salah satunya adalah Bara’ah—haji yang menegaskan pembebasan diri dari kezaliman. Sejak awal Revolusi Islam,

Kebangkitan Islam dan Politik Perlawanan: Saat Dunia Muslim Menemukan Kembali Jati Dirinya

Ada momen dalam sejarah ketika sebuah peradaban menoleh ke belakang, lalu tiba-tiba menyadari bahwa ia sebenarnya berdiri di atas harta karun yang selama ini terabaikan. Dalam salah satu ceramahnya, Imam Ali Khamenei qs menggambarkan momen itu sedang terjadi di dunia Islam hari ini. Para intelektual, generasi muda, dan masyarakat luas—katanya—mulai