

KHAMENEI.ID– Di zaman ketika informasi bergerak lebih cepat daripada kebijaksanaan, nama baik seseorang sering kali menjadi korban pertama. Sekali tuduhan dilemparkan ke ruang publik, ia akan hidup jauh lebih lama daripada klarifikasi. Yang tersisa bukan lagi pencarian kebenaran, melainkan jejak prasangka yang sulit dihapus. Padahal, dalam pandangan Islam, kehormatan manusia bukan

Di wawancara sebelumnya, kita menyaksikan kedekatan antara ayah dan anak dalam keluarga Imam Ali Kaamenei qs yang tidak hanya dibangun oleh kasih sayang, tetapi juga oleh ilmu, pengabdian, dan keputusan-keputusan besar yang mengubah arah hidup. Dari sini percakapan bergerak ke babak berikutnya: bagaimana keputusan kembali ke Mashhad bukan sekadar pilihan

Sepanjang sejarah, perang sering kali lebih dari sekadar konflik militer semata—perang adalah momen menentukan yang membentuk kembali masa depan tatanan global. Beberapa perang menandai bangkitnya suatu kekuatan, sementara yang lain menjadi sinyal keruntuhannya. Perang Amerika Serikat dengan Iran termasuk dalam kategori terakhir: sebuah pertempuran yang dimaksudkan untuk memamerkan kekuatan Amerika,

Ada momen-momen dalam sejarah ketika sebuah tragedi tidak hanya menelan korban manusia, tetapi juga meruntuhkan klaim moral sebuah peradaban. Dalam sejumlah pidatonya, Imam Ali Khamenei qs melihat perang di Gaza sebagai momen semacam itu. Sebuah peristiwa yang, menurutnya, membuka wajah sesungguhnya peradaban Barat di hadapan dunia. Barat, kata Imam Khamenei,

Ada ironi yang berulang dalam sejarah manusia dan Al-Qur’an menyebutnya tanpa tedeng aling-aling. Ia bukan tentang orang-orang yang tak pernah mengenal kebenaran, melainkan tentang mereka yang pernah berada di puncak hidayah, lalu tergelincir mundur. Sebuah kemunduran yang bukan sekadar stagnasi, tetapi kemerosotan spiritual dan peradaban. Dalam bahasa yang tajam, ini

Pidato Ayatullah Sayyid Ali Khamenei qs dalam Pertemuan dengan Berbagai Kalangan Perempuan 4 Januari 2023 Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, dan shalawat serta salam atas junjungan kita Abul-Qasim al-Musthafa Muhammad, serta atas keluarga beliau yang suci, bersih dan terpilih, khususnya

Di tengah perdebatan panjang tentang hijab dalam Islam, satu hal sering terlupakan: antara hukum dan manusia, ada ruang yang tidak selalu hitam-putih. Hijab kerap dibicarakan dengan nada keras seolah ia hanya soal benar dan salah, patuh atau membangkang. Padahal, di balik kain yang menutup kepala itu, ada cerita yang jauh

Di tengah hiruk-pikuk peradaban modern yang sering memuja standar maskulinitas sebagai ukuran keberhasilan, satu pertanyaan mendasar layak diajukan: mengapa perempuan harus meniru laki-laki untuk dianggap setara? Dalam lanskap budaya global yang masih menyisakan jejak patriarki, perempuan kerap didorong untuk “menjadi seperti laki-laki” dalam cara berpikir, bekerja, bahkan dalam cara memaknai

Sosok yang menjalani hidup sederhana sepanjang hayatnya, namun mampu mengguncang fondasi angkuh kesombongan dan dominasi global. Berikut ini adalah kutipan dari satu-satunya wawancara yang pernah diberikan oleh Pemimpin Revolusi Islam, Imam Sayyid Mojtaba Hosseini Khamenei, hingga saat ini. Selama bertahun-tahun, beliau senantiasa menghindari sorotan media maupun bentuk wawancara apa pun.

Pidato dalam Pertemuan dengan Para Pekerja Dalam Rangka Memperingati Pekan Kerja dan Pekerja بسم الله الرّحمن الرّحیم Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, dan shalawat serta salam atas junjungan kita dan Nabi kita semua Abul Qasim al-Musthafa Muhammad saw, serta atas keluarga beliau yang terbaik,suci dan terpilih, khususnya Imam

Selama lebih dari dua dekade, isu nuklir Iran tak pernah benar-benar sepi. Ia hadir seperti gema panjang yang terus dipantulkan oleh ruang diplomasi global: sanksi, negosiasi, tekanan, hingga ancaman. Pertanyaannya sederhana namun menggugah: mengapa program nuklir Iran menjadi polemik berkepanjangan, padahal banyak negara lain juga mengembangkan teknologi yang sama? Dalam