

Apa rahasia dibalik usia pernikahan yang diberkahi? Mengapa Islam sangat menekankan pernikahan muda sementara Barat justru menggesernya ke usia paruh baya? Berikut adalah pandangan mendalam Ayatullah Sayyid Ali Khamenei, tentang “usia tepat untuk menikah” berdasarkan fitrah manusia dan ajaran Islam yang otentik. Tidak Boleh Terpengaruh Budaya Barat Salah satu tuntutan

Pidato Ayatullah Sayyid Ali Khamenei qs dalam Pertemuan dengan Para Pejabat Negara 7 Ramadhan 1431 16 agustus 2010 Bismillahirrahmanirrahim Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, dan salawat serta salam atas junjungan kita, Nabi kita Abul Qasim Muhammad, serta atas keluarganya yang suci, yang paling baik, yang paling bersih, yang

Pidato Ayatullah Sayyid Ali Khamenei qs Dalam Pertemuan Dengan Sejumlah Perempuan Dari Berbagai Kalangan Bismillahirrahmanirrahim Pertama-tama, saya mengucapkan selamat atas hari-hari yang berkaitan dengan kelahiran penghulu seluruh wanita, pemimpin para wanita penghuni surga, Sayidah wanita ahli surga, Hadhrat Shiddiqah Thahirah (semoga salam Allah atasnya). Pertemuan ini, alhamdulillah, menjadi pertemuan yang

Pidato Ayatullah Sayyid Ali Khamenei qs di Hadapan Para Guru dan Pekerja Bismillahirrahmanirrahim Pertama-tama, saya ucapkan selamat datang kepada seluruh saudara-saudari terkasih—para guru dan pekerja. Saya berharap dengan taufik dan karunia Tuhan, Anda sekalian sebagai dua lapisan masyarakat yang aktif dan konstruktif, dapat selalu menjalankan peran dan tanggung jawab besar

Di tengah dunia yang kian gelisah—penuh krisis makna, konflik tak berujung, dan kelelahan kolektif—pertanyaan paling mendasar kembali mengemuka: apakah masa depan masih layak diharapkan? Banyak peradaban tampak gagap menjawabnya. Mereka gaduh di permukaan, tetapi rapuh di dalam. Di titik inilah, pandangan Islam tentang optimisme terasa bukan sekadar alternatif, melainkan tawaran

Di tengah dunia yang kian gelisah—penuh krisis makna, konflik tak berujung, dan kelelahan kolektif—pertanyaan paling mendasar kembali mengemuka: apakah masa depan masih layak diharapkan? Banyak peradaban tampak gagap menjawabnya. Mereka gaduh di permukaan, tetapi rapuh di dalam. Di titik inilah, pandangan Islam tentang optimisme terasa bukan sekadar alternatif, melainkan tawaran