

KHAMENEI.ID– Ada kesedihan yang tidak lahir karena kekalahan. Ia justru muncul ketika kemenangan telah lewat, peperangan telah usai, tetapi sahabat-sahabat seperjuangan satu per satu telah tiada. Kesedihan semacam itulah yang pernah menyelimuti hati Imam Ali bin Abi Thalib a.s. Bukan kesedihan seorang pemimpin yang kehilangan kekuasaan, melainkan duka seorang manusia yang

Banyak pasangan muda gagal melangkah ke pelaminan hanya karena terhalang oleh tuntutan mahar selangit dan seserahan mewah. Padahal, menurut Pemimpin Besar Revolusi Islam, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei, mahar dan seserahan bukanlah sumber kebahagiaan, bahkan bisa menjadi beban yang menghalangi pernikahan. Justru kesederhanaan dan peneladanan kepada keluarga Nabi Muhammad Saw lah

Dalam berbagai nasihatnya kepada pemuda-pemudi yang akad pernikahannya dilakukan oleh Beliau, Pemimpin Besar Revolusi Islam, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei, menekankan bahwa poros utama dari sebuah rumah tangga bukanlah harta, kecantikan, atau kemewahan, melainkan cinta. Cinta (mawaddah) yang Allah Swt tanamkan dalam hati pasangan suami-istri adalah perekat yang menjaga keutuhan keluarga

KHAMENEI.ID– Ada peristiwa-peristiwa yang tidak hanya dikenang karena terjadi, tetapi karena dampaknya terus bergema melampaui zaman. Ghadir Khum adalah salah satunya. Di tengah hamparan padang pasir yang panas, dalam perjalanan pulang dari haji terakhir Nabi Muhammad saw, sebuah pesan disampaikan yang kemudian menjadi salah satu titik paling penting dalam sejarah

KHAMENEI.ID– Sejarah sering kali memperdebatkan siapa yang paling berhak memimpin setelah wafatnya Nabi Muhammad saw. Perdebatan itu melahirkan berbagai pandangan, tafsir, bahkan perpecahan yang membentuk wajah dunia Islam hingga hari ini. Namun di balik seluruh perdebatan tersebut, ada satu pertanyaan yang sebenarnya sederhana: jika kepemimpinan harus diberikan kepada orang yang

KHAMENEI.ID– Di medan perang, musuh yang paling mudah dihadapi adalah mereka yang berdiri di seberang garis. Mereka membawa panji berbeda, meneriakkan slogan berbeda, dan secara terang-terangan menyatakan permusuhan. Tidak ada ruang untuk salah mengenali. Tidak ada kabut yang menghalangi pandangan. Namun sejarah Islam menunjukkan bahwa ancaman terbesar justru sering datang

KHAMENEI.ID– Di setiap zaman, ada penguasa yang berusaha mengendalikan kenyataan. Mereka tidak selalu mengubah fakta, tetapi sering kali mengaburkannya. Kebenaran ditutupi oleh propaganda, ketakutan, dan narasi yang dibuat sedemikian rupa sehingga masyarakat kehilangan kemampuan membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Dalam suasana seperti itulah, keberanian untuk menjelaskan kebenaran

KHAMENEI.ID– Ada banyak hal yang membuat sebuah bangsa terlihat kuat. Sebagian mengandalkan kekayaan alam, sebagian membanggakan kekuatan militernya, dan sebagian lagi merasa aman karena besarnya jumlah penduduk. Namun sejarah berulang kali menunjukkan kenyataan yang berbeda: di balik hampir setiap kekuasaan besar, selalu ada satu faktor yang bekerja diam-diam tetapi menentukan

KHAMENEI.ID– Di tengah dunia yang semakin gaduh oleh konflik kepentingan, propaganda, dan perebutan pengaruh, ada satu pertanyaan yang selalu relevan: apa yang membuat sebuah bangsa mampu bertahan dalam waktu yang lama? Apakah karena kekuatan militernya? Kekayaan alamnya? Atau kecanggihan teknologinya? Jawaban yang sering luput dari perhatian justru terletak pada sesuatu

KHAMENEI.ID– Di banyak masyarakat Muslim hari ini, kesalehan sering dipahami sebagai urusan pribadi. Seseorang dianggap baik karena rajin shalat, tekun berpuasa, gemar bersedekah, dan berhati-hati menjaga dirinya dari dosa. Ukuran keberagamaan lalu berhenti pada ruang individu. Padahal, Islam sejak awal tidak hanya datang untuk membentuk manusia saleh, tetapi juga membangun

KHAMENEI.ID– Di banyak medan sejarah, kemenangan sering diukur dengan jumlah pasukan, kecanggihan senjata, atau besarnya dukungan politik. Kita terbiasa berpikir bahwa yang kuat akan selalu menang dan yang lemah hanya menunggu giliran untuk kalah. Namun sejarah manusia berkali-kali memperlihatkan sesuatu yang berbeda: ada kekuatan lain yang tidak tampak oleh mata,









