Kajian Keislaman

Terlena oleh Pujian, Lupa Mengadili Diri Sendiri

KHAMENEI.ID – Ada orang yang semakin dipuji semakin sulit melihat kekurangannya sendiri. Ia mengira sanjungan sebagai bukti kebaikan, keselamatan sebagai tanda bahwa dirinya tidak bersalah, dan kelimpahan nikmat sebagai pengakuan bahwa hidupnya berada di jalan yang benar. Tanpa disadari, ia sedang membangun keyakinan tentang dirinya dari hal-hal yang justru belum tentu

Keras kepada Penindas, Lembut kepada Orang Baik

KHAMENEI.ID– Kekuasaan sering kali diuji bukan ketika berhasil membangun, melainkan ketika harus memutuskan kepada siapa ia akan bersikap keras dan kepada siapa ia harus menunjukkan kelembutan. Banyak pemerintahan runtuh bukan karena kekurangan aturan, melainkan karena kehilangan keberanian menindak orang zalim dan kehilangan kepekaan menghargai mereka yang berbuat baik. Di titik inilah

Saat Allah Bertanya tentang Amal Kita

KHAMENEI.ID– Hiruk-pikuk kehidupan sering membuat manusia merasa sedang memperjuangkan sesuatu yang besar. Jabatan, pengaruh, kemenangan, atau pengakuan publik seolah menjadi puncak yang harus diraih dengan segala cara. Padahal, semua itu hanya singgah sebentar. Yang menetap bukan tepuk tangan manusia, melainkan jejak amal yang diam-diam dicatat dan kelak dipertanyakan. Ada satu kenyataan

Qalb yang Mengeras: Ketika Hati Menjadi Musibah Terbesar

KHAMENEI.ID– Ada banyak bentuk kegagalan yang mudah dikenali. Ekonomi yang runtuh, jabatan yang hilang, kesehatan yang menurun, atau cita-cita yang kandas. Namun ada satu kegagalan yang sering luput dari perhatian karena tidak meninggalkan luka yang kasatmata: hati yang mengeras. Ia tetap membuat seseorang tersenyum, bekerja, bahkan beribadah. Tetapi perlahan kehilangan kemampuan

Transformasi Bukan Mengganti Identitas: Makna Perubahan Menurut Imam Ali Khamenei

KHAMENEI.ID – Kata perubahan selalu terdengar indah. Ia identik dengan kemajuan, pembaruan, dan harapan. Hampir semua orang sepakat bahwa sebuah bangsa harus terus berubah agar mampu menjawab tantangan zaman. Namun, benarkah semua perubahan selalu membawa kebaikan? Atau justru ada perubahan yang sesungguhnya merupakan jalan halus untuk menghapus identitas sebuah bangsa? Pertanyaan

Konsep Kepemimpinan Pria dalam Keluarga

Dalam dialektika yang terus bergulir mengenai relasi gender, sering kali perdebatan kehilangan esensi proporsionalitas yang ditawarkan oleh ajaran Islam. Islam tidak memosisikan laki-laki dan perempuan dalam arena kompetisi yang saling meniadakan, melainkan dalam bingkai harmoni pelengkap yang saling menguatkan. Pemimpin Revolusi Islam, Ayatullah Agung Sayyid Ali Khamenei, dalam serangkaian khutbah

Tafsir Al-Fahtihah (Bag. 3): “Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamin” yang Melampaui Ucapan Syukur

KHAMENEI.ID – Tafsir Imam Ali Khamenei tentang Alhamdulillah pada kalimat Hamdalah, ayat kedua surah Al-Fatihah Hampir setiap hari kita mengucapkannya. Setelah memperoleh rezeki, ketika terhindar dari musibah, bahkan sering kali hanya sebagai jawaban sederhana atas pertanyaan, “Apa kabar?” Kita menjawab, “Alhamdulillah.” Kalimat itu begitu akrab hingga sering keluar tanpa lagi

Mengapa Negara Islam Membutuhkan Ulama, Bukan Kekuasaan Ulama?

KHAMENEI.ID – Di banyak ruang diskusi, satu tuduhan hampir selalu muncul ketika berbicara tentang negara Islam: jika ulama terlibat dalam pemerintahan, bukankah itu berarti agama sedang memonopoli kekuasaan? Dari pertanyaan itulah lahir berbagai istilah seperti “pemerintahan ulama”, “rezim para mullah”, atau “negara yang dikuasai kaum agama”. Istilah-istilah itu terdengar sederhana, tetapi

Membongkar Mitos tentang Peran Politik Ulama

KHAMENEI.ID – “Menurut Imam Ali Khamenei, kehormatan ulama tidak lahir dari sikap diam, melainkan dari keberanian hadir ketika agama, keadilan, dan nasib masyarakat dipertaruhkan.” Ada anggapan yang terus berulang dari zaman ke zaman: agama akan lebih dihormati jika menjauh dari politik. Ulama dianggap cukup mengurus mimbar, masjid, kitab, dan ibadah.

Taqwa dan Menjaga Diri dari Dosa: Jalan Sunyi Seorang Pencari Ilmu

KHAMENEI.ID– Ilmu sering dipahami sebagai tumpukan pengetahuan. Padahal, dalam tradisi Islam, ilmu selalu berjalan beriringan dengan taqwa. Semakin tinggi pengetahuan seseorang, semakin besar pula tuntutan agar ia mampu menjaga dirinya. Sebab ilmu tanpa pengendalian diri bisa berubah menjadi kesombongan, sementara taqwa menjadikan ilmu bercahaya dan menghadirkan manfaat bagi orang lain. Karena

Melihat yang Masih Baik: Mengapa Kita Tak Boleh Menghakimi Semua

KHAMENEI.ID– Di tengah derasnya arus informasi, ada satu kebiasaan yang semakin menguat: melihat kesalahan lebih cepat daripada menemukan kebaikan. Satu kasus korupsi membuat seluruh lembaga dianggap busuk. Seorang hakim yang menyimpang seolah menjadi wajah seluruh peradilan. Seorang pejabat yang rakus dianggap cukup untuk menyimpulkan bahwa tak ada lagi orang jujur di