Kajian Keislaman

Empat Sifat yang Perlahan Menghancurkan Sebuah Masyarakat

KHAMENEI.ID – Sebuah masyarakat tidak selalu runtuh karena serangan dari luar. Ada kalanya kehancuran justru bermula dari sesuatu yang tumbuh diam-diam di dalam dirinya: keputusan yang diambil tanpa pertimbangan, pendirian yang dipertahankan meski terbukti keliru, kekaguman berlebihan terhadap diri sendiri, dan kebiasaan menunda pekerjaan sampai kesempatan berlalu. Tak ada ledakan besar

Kita yang Pandai Menasihati, tetapi Lupa Menyelamatkan Diri

KHAMENEI.ID – Ada jenis kebusukan yang tidak segera terlihat. Ia tidak berada di wajah, pakaian, atau tubuh yang tampak di hadapan orang lain. Ia bersembunyi lebih dalam: di hati yang menyimpan iri, dendam, kebencian, kesombongan, dan niat yang tak pernah benar-benar dibersihkan. Karena itu, seseorang bisa tampak begitu bersih di hadapan

Kebaikan yang Membuat Orang Ingin Mendekat

KHAMENEI.ID – Ada orang yang benar dalam banyak hal, tetapi membuat orang lain enggan berada di dekatnya. Ia mungkin tekun beribadah, rajin berbicara tentang kebaikan, dan merasa hidupnya berada di jalan yang benar. Namun ketika berhadapan dengan orang lain, wajahnya kaku, ucapannya tajam, dan kehadirannya justru terasa sebagai beban. Di sinilah

Tidak Semua Rasa Malu Layak Dipelihara 

KHAMENEI.ID – Ada rasa malu yang membuat manusia lebih bermartabat. Tetapi ada pula rasa malu yang justru membuat seseorang menjauh dari kebaikan. Keduanya sama-sama disebut malu, namun tidak selalu lahir dari sumber yang sama. Nabi Muhammad saw  pernah memberikan gambaran yang sederhana sekaligus tajam tentang hal itu. Beliau bersabda: الْحَيَاءُ حَيَاءَانِ،

Iman yang Terlihat Ketika Kita Marah, Dicintai, dan Berkuasa 

KHAMENEI.ID – Ada orang yang tampak baik selama hidup berjalan sesuai keinginannya. Ia mudah tersenyum ketika disukai, mudah memuji ketika membutuhkan sesuatu, dan tampak tenang ketika tidak sedang berhadapan dengan kepentingan. Namun manusia sering kali baru memperlihatkan siapa dirinya ketika tiga hal datang bersamaan dengan godaan: rasa suka, kemarahan, dan kekuasaan.

Dunia yang Tak Pernah Tinggal di Tempat

KHAMENEI.ID – Ada sesuatu yang sering kita salahpahami dari dunia: kita mengira apa yang sedang berada di tangan kita akan tetap menjadi milik kita. Kekayaan, kedudukan, kesehatan, nama baik, bahkan kesempatan yang hari ini terasa begitu dekat, diam-diam kita perlakukan seperti sesuatu yang akan bertahan sampai usia menutup pintu. Padahal dunia

Kemewahan Terbesar Adalah Mampu Mengatakan Tidak 

KHAMENEI.ID – Ada jenis kemewahan yang jarang dianggap sebagai bahaya: kemampuan memenuhi hampir semua keinginan. Makanan tersedia ketika lidah menginginkannya. Pakaian dapat dipilih sesuai selera. Kendaraan dapat diganti ketika yang lama mulai terasa membosankan. Bahkan keinginan-keinginan yang dahulu hanya tinggal angan kini bisa dipesan melalui layar dan tiba di depan pintu.

Ketika Islam Kembali Bangkit, Mengapa Keyakinan terhadap Keunggulan Barat Mulai Retak?

KHAMENEI.ID – Ada masa ketika dunia Muslim seolah berada di ujung sejarah. Selama berabad-abad, umat Islam menyaksikan kekuatan politik, ekonomi, dan kebudayaan Barat berkembang begitu pesat, sementara dunia Islam justru mengalami perpecahan, kemunduran, dan ketergantungan. Banyak orang kemudian sampai pada kesimpulan yang tampak tak terbantahkan: masa depan adalah milik Barat,

Dunia Tidak Boleh Diatur oleh Segelintir Kekuatan

KHAMENEI.ID – Siapa sebenarnya yang berhak menentukan nasib dunia? Pertanyaan itu tampak sederhana. Namun sejak berakhirnya perang-perang besar hingga hari ini, dunia terus hidup dengan sebuah kenyataan yang sulit dibantah: tidak semua negara memiliki suara yang sama. Ada negara yang keputusannya dapat mengubah nasib jutaan manusia di luar wilayahnya. Ada

Ketika Triliunan Dolar Tak Mampu Membeli Kemenangan 

KHAMENEI.ID – Ada kekalahan yang baru terasa setelah uang dalam jumlah besar habis dibelanjakan. Ada pula kekuasaan yang baru menyadari kegagalannya setelah bertahun-tahun menanam pengaruh, mengatur arah politik, dan mengerahkan segala macam kekuatan. Pada titik tertentu, angka-angka yang semula dimaksudkan untuk menunjukkan keperkasaan justru berubah menjadi bukti bahwa sebuah ambisi telah

Negeri yang Kehilangan Nalar Saat Membiarkan Nenek Moyangnya Pergi

KHAMENEI.ID – Sebuah negara bisa kehilangan orang-orang terbaiknya jauh sebelum mereka benar-benar meninggalkan negeri itu. Kehilangan itu bermula ketika seorang anak muda yang berprestasi merasa bahwa kelebihannya tidak berarti apa-apa; ketika kecerdasannya tidak membuka pintu, ketika kerja kerasnya kalah oleh hubungan, dan ketika kampus atau lembaga negara justru membuatnya bertanya-tanya: untuk