Kajian Keislaman

Tugas Pemimpin Islam: Membuka Jalan Manusia Menuju Surga

KHAMENEI.ID– Kekuasaan sering kali diukur dari angka. Berapa besar pertumbuhan ekonomi, seberapa tinggi investasi, atau berapa banyak pembangunan yang berhasil diwujudkan. Semua itu penting. Namun dalam pandangan Islam, ada ukuran yang jauh lebih mendasar daripada sekadar keberhasilan administratif. Seorang pemimpin tidak hanya diminta mengatur kehidupan dunia, tetapi juga membantu manusia menemukan

Tafsir Surah Al-Baqarah (Bag. 12): Semua Nabi Membawa Satu Jalan

KHAMENEI.ID – Makna Iman kepada Seluruh Wahyu dalam Tafsir QS Al-Baqarah Ayat 4; Mengapa Al-Qur’an Memerintahkan Beriman kepada Wahyu yang Diturunkan Sebelum Nabi Muhammad? Setelah menjelaskan bahwa salah satu unsur pembentuk ketakwaan adalah beriman kepada wahyu, Imam Khamenei mengajak melihat sisi lain dari firman Allah swt pada Surah Al-Baqarah ayat

Tafsir Surah Al-Baqarah (Bag. 11): Mengapa Percaya kepada Allah Saja Belum Cukup?

KHAMENEI.ID – Tafsir QS Al-Baqarah Ayat 4: Wahyu sebagai Pilar Ketakwaan dan Penuntun Kehidupan Di antara enam karakter orang bertakwa yang dipaparkan pada pembukaan Surah Al-Baqarah, Al-Qur’an kemudian menyebut satu fondasi yang menentukan arah seluruh kehidupan manusia. Allah swt berfirman: وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنزِلَ مِن قَبْلِكَ “Dan

Tafsir Surah Al-Baqarah (Bag. 10): Infak, Jalan Membebaskan Diri dari Belenggu Dunia

KHAMENEI.ID – Tafsir QS Al-Baqarah Ayat 3: Mengapa Al-Qur’an Menjadikan Infak sebagai Tanda Orang Bertakwa? Setelah menyebut iman kepada yang gaib dan mendirikan salat sebagai ciri orang bertakwa, Al-Qur’an menghadirkan satu tanda yang langsung menyentuh kehidupan sosial manusia. Allah swt berfirman: وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنفِقُونَ “Dan dari sebagian rezeki yang Kami

Tafsir Surah Al-Baqarah (Bag. 9): Makna “Mendirikan Salat” dalam Tafsir Al-Baqarah Ayat 3

KHAMENEI.ID –  Apa makna “mendirikan salat” dalam QS. Al-Baqarah ayat 3? Tafsir Imam Ali Khamenei menjelaskan bahwa iqāmah ash-shalāh bukan sekadar menunaikan salat, tetapi menghidupkan nilai-nilai salat dalam diri dan masyarakat. Setelah menyebut iman kepada yang gaib sebagai fondasi pertama ketakwaan, Al-Qur’an langsung melanjutkan dengan ciri kedua orang-orang bertakwa: الَّذِينَ

Ketika Ibadah Kehilangan Ruh: Pelajaran dari Kaum Khawarij

KHAMENEI.ID– Ada ironi yang selalu berulang dalam sejarah agama. Seseorang bisa tampak begitu tekun beribadah, hafal ayat-ayat suci, rajin shalat malam, bahkan menggetarkan hati orang yang melihatnya. Namun, semua itu ternyata tidak selalu menjadi tanda bahwa ia telah sampai pada hakikat agama. Di titik inilah sejarah Khawarij menjadi cermin yang tak

Benarkah Perempuan “Kurang Akal”? Membaca Ulang Hadis dalam Bayang-Bayang Sejarah

KHAMENEI.ID– Ada kalimat yang mungkin termasuk paling sering dikutip sekaligus paling sering disalahpahami dalam khazanah Islam: “Perempuan itu kurang akal.” Potongan kalimat itu beredar begitu saja, lepas dari konteks sejarah, hingga akhirnya berubah menjadi semacam stempel yang dianggap membenarkan anggapan bahwa perempuan secara kodrati berada di bawah laki-laki. Padahal, pertanyaan yang

Imam Ali dan Seni Berdialog dengan Lawan: Ketika Argumentasi Lebih Tajam daripada Pedang

KHAMENEI.ID– Di tengah dunia yang semakin bising oleh caci maki, perdebatan politik sering berubah menjadi perlombaan saling menjatuhkan. Lawan dianggap musuh yang harus dilenyapkan, bukan manusia yang masih mungkin diajak berbicara. Akibatnya, ruang publik kehilangan sesuatu yang paling mendasar: kemampuan untuk berdialog dengan akal sehat. Padahal, sejarah pernah memperlihatkan teladan yang

Zuhud: Syarat Tuhan untuk Mengangkat Derajat Manusia

KHAMENEI.ID– Ada anggapan yang terus bertahan hingga hari ini: menjadi orang saleh berarti menjauh dari dunia. Kekayaan dicurigai, kemajuan dianggap ancaman, dan kehidupan yang nyaman dipandang sebagai penghalang menuju Tuhan. Padahal, jika menelusuri ajaran Islam lebih dalam, yang ditolak bukanlah dunia itu sendiri, melainkan ketika dunia berubah menjadi pusat tujuan hidup.

Baiat dalam Islam: Ketika Legitimasi Kekuasaan Bertumpu pada Pilihan Rakyat

KHAMENEI.ID– Kekuasaan sering kali dipahami sebagai sesuatu yang lahir dari kekuatan: siapa yang paling berkuasa, dialah yang memerintah. Sejarah dipenuhi kisah tentang takhta yang diwariskan melalui darah, direbut lewat pedang, atau dipertahankan dengan ketakutan. Namun Islam menawarkan gagasan yang jauh lebih menarik. Seorang pemimpin, betapapun mulianya kedudukannya, tidak cukup hanya merasa

Ketika Dunia Membuat Kita Lupa: Peringatan Imam Ali tentang Tipu Daya Kehidupan

KHAMENEI.ID– Ada sesuatu yang ganjil dalam hubungan manusia dengan dunia. Hampir semua orang sadar bahwa hidup ini sementara. Kita menyaksikan kematian, kehilangan, dan perubahan setiap hari. Namun anehnya, kesadaran itu tidak serta-merta membuat kita menjaga jarak. Justru sebaliknya. Semakin lama hidup, semakin banyak yang merasa dunia adalah tempat menetap, bukan sekadar