Malam Kedua Majelis Duka Yang Mulia Aba Abdillah Al-Husain (AS) yang Diselenggarakan atas nama Pemimpin Revolusi Islam

KHAMENEI.ID – Malam kedua majelis duka Penghulu dan Pemimpin para Syuhada, Yang Mulia Aba Abdillah Al-Husain Alaihissalam, pada malam ke-8 bulan Muharram, dihadiri oleh ribuan masyarakat dari berbagai lapisan, bertempat di sisi Husainiyyah Imam Khomeini (Semoga Allah Merahmatinya) yang merupakan lokasi wafatnya Pemimpin Syahid Revolusi, Yang Mulia Ayatullah Ali Khamenei.

Dalam majelis tersebut—yang pada tahun ini diselenggarakan atas nama Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam, Yang Mulia Ayatullah Sayyid Mujtaba Husaini Khamenei—Hujjatul Islam wal Muslimin Sayyid Ahmad Thabathaba’i menyampaikan ceramah bertema “Metode Front Keimanan dalam Menghadapi Ujian dan Cobaan”. Beliau menjelaskan bahwa musibah yang menimpa Front Kebenaran merupakan sarana untuk peningkatan derajat, dan menyatakan: “Dalam cetak biru Ilahi secara makro, seluruh manusia—baik dalam kehidupan personal maupun sosial—akan diuji dengan berbagai cobaan dan ujian guna mengukur kadar keberagamaan mereka. Dalam kerangka ini, peristiwa Asyura Aba Abdillah Alaihissalam berdiri tegak di puncak nilai agama dan kemanusiaan, karena para sahabat beliau menghadapi berbagai ujian tersebut dengan penuh kesabaran disertai dengan bashirah (mata hati).”

Selanjutnya, Bapak Sayyid Majid Bani-Fatemeh melantunkan syair duka (dzikr-e moshibat) demi menghormati Yang Mulia Aba Abdillah Alaihissalam dan para syuhada Karbala, serta mengumandangkan elegi ratapan (nauhah) untuk mengenang Pemimpin Syahid Revolusi Islam serta para syuhada mulia dari Pertahanan Suci Kedua dan Ketiga.

Baca Juga  Ketika Semangat Asyura Menjadi Tenaga Peradaban
Bagikan:
Terkait
Komentar