

KHAMENEI.ID – Ada orang yang semakin dipuji semakin sulit melihat kekurangannya sendiri. Ia mengira sanjungan sebagai bukti kebaikan, keselamatan sebagai tanda bahwa dirinya tidak bersalah, dan kelimpahan nikmat sebagai pengakuan bahwa hidupnya berada di jalan yang benar. Tanpa disadari, ia sedang membangun keyakinan tentang dirinya dari hal-hal yang justru belum tentu

KHAMENEI.ID – Siapa sebenarnya yang takut pada persatuan umat Islam? Pertanyaan itu menjadi pusat perhatian dalam kerangka pemikiran Imam Ali Khamenei qs yang membahas hubungan antara persatuan dunia Islam dan dominasi kekuatan global. Bagi beliau, musuh utama persatuan Muslim bukanlah perbedaan mazhab atau batas negara, melainkan kekuatan-kekuatan yang selama ini diuntungkan

KHAMENEI.ID – Di tengah jutaan manusia yang mengelilingi Ka’bah setiap tahun, ada pertanyaan yang jarang diajukan secara serius: apakah Haji hanya ritual individual, ataukah ia sebenarnya proyek besar persatuan umat? Dalam salah satu ceramahnya, Imam Ali Khamenei qs menegaskan bahwa haji sejak awal dirancang bukan sekadar perjalanan spiritual pribadi, tetapi

KHAMENEI.ID— Ada satu ironi yang jarang disadari manusia religius: semakin banyak berbuat baik, semakin besar pula kemungkinan terjebak dalam rasa aman palsu. Orang rajin beribadah bisa merasa dirinya sudah cukup dekat dengan Tuhan. Mereka yang aktif membantu sesama mulai diam-diam percaya bahwa dirinya lebih baik dari orang lain. Di titik

KHAMENEI.ID— Ada ironi yang sering muncul dalam kehidupan spiritual manusia modern: kita begitu merindukan tempat-tempat suci yang jauh, tetapi sering lupa pada mata air keberkahan yang justru berada dekat dengan kehidupan kita sendiri. Sebagian orang bermimpi seumur hidup untuk menjejakkan kaki di Karbala. Ada yang menabung bertahun-tahun demi bisa berdiri

KHAMENEI.ID— Ada satu hal yang diam-diam menjadi industri terbesar dunia modern hari ini: ketakutan. Ia diproduksi setiap hari lewat berita, propaganda, media sosial, perang opini, krisis ekonomi, ancaman politik, hingga ramalan kehancuran yang terus diputar tanpa jeda. Manusia dibuat gelisah bahkan sebelum sesuatu benar-benar terjadi. Kita hidup di zaman ketika

KHAMENEI.ID— Ada satu penyakit yang hampir selalu muncul ketika manusia merasa memiliki kuasa: keinginan untuk lebih tinggi dari orang lain. Mula-mula ia tampak kecil, sekadar ingin dihormati, ingin diprioritaskan, ingin didengar lebih dulu. Tetapi perlahan, keinginan itu berubah menjadi rasa superioritas. Orang mulai menikmati jarak antara dirinya dan orang lain.

KHAMENEI.ID— Ada ironi yang perlahan menjadi biasa dalam kehidupan modern: semakin tinggi jabatan seseorang, semakin jauh pula ia dari penderitaan orang-orang kecil. Kekuasaan hari ini sering tampil sebagai simbol kehormatan, fasilitas, dan privilese. Kursi jabatan diperebutkan dengan segala cara, tetapi setelah didapatkan, banyak pemimpin justru sibuk menjaga citra, membangun kelompok,

Cinta Bukan Kekerasan – Mengapa Rumah Tangga Islam Melarang “Kebebasan” Gaya Barat? Pernahkah Anda membayangkan bahwa mengucapkan “aku mencintaimu” kepada istri adalah sebuah kewajiban syariat? Di sebuah peradaban angka perceraian dan kekerasan rumah tangganya meledak, seorang pemimpin agama justru mengajarkan bahwa hak pertama seorang istri di rumah bukanlah uang atau

Bukan Pembantu, Melainkan Bunga – Hak Mendasar Perempuan dalam Pandangan Islam yang Menggetarkan (Bag1) Bayangkan sebuah ajaran agama yang menyebut perempuan sebagai “bunga” yang harus dirawat, bukan “pelaksana rumah” yang dibebani segala pekerjaan. Ajaran itu ada. Dan ajaran itu mengubah segalanya tentang cara kita memandang keadilan, martabat, dan cinta.

Pendahuluan Bayangkan sebuah sistem pemikiran yang 14 abad lalu, sudah menempatkan perempuan setara dengan laki-laki dalam urusan spiritual, sosial, dan bahkan politik. Namun di saat yang sama, sistem ini dengan tegas memasang “batasan” yang oleh dunia modern disebut kontroversial. Apakah itu kontradiksi? Ataukah justru logika fitrah yang selama ini hilang?