

KHAMENEI.ID – Ada orang yang semakin dipuji semakin sulit melihat kekurangannya sendiri. Ia mengira sanjungan sebagai bukti kebaikan, keselamatan sebagai tanda bahwa dirinya tidak bersalah, dan kelimpahan nikmat sebagai pengakuan bahwa hidupnya berada di jalan yang benar. Tanpa disadari, ia sedang membangun keyakinan tentang dirinya dari hal-hal yang justru belum tentu

KHAMENEI.ID– Ada banyak kebenaran yang gagal dipahami manusia bukan karena kurangnya penjelasan, tetapi karena hatinya terlalu dingin untuk merasakannya. Manusia modern hidup di zaman yang sangat rasional. Semua ingin diukur, dibuktikan, dijelaskan secara logis. Kita diajarkan berpikir cepat, menghitung untung-rugi, dan menilai segala sesuatu berdasarkan data. Tetapi diam-diam ada satu

KHAMENEI.ID– Ada kenyataan pahit dalam kehidupan manusia modern: kita hidup di zaman yang paling ramai berbicara tentang kemanusiaan, tetapi sering gagal memperlakukan manusia secara manusiawi. Orang mudah menghakimi mereka yang pernah jatuh. Yang lemah dianggap beban. Kebaikan sering dibiarkan berjalan sendirian. Dan kepada pendosa, manusia lebih cepat melempar kutukan ketimbang

KHAMENEI.ID – Di tengah gelombang krisis politik dan kerusuhan sosial, selalu muncul satu resep lama yang terdengar sederhana: berdamailah dengan Amerika, maka masalah akan selesai. Kalimat itu terus diulang dalam berbagai bentuk—di media, di ruang diskusi, hingga di media sosial. Sebagian menyebutnya jalan realistis. Sebagian lain menganggapnya satu-satunya pintu keluar dari

KHAMENEI.ID – Di banyak kampus hari ini, mahasiswa sibuk bergerak dari satu tugas ke tugas lain. Sebagian mengejar nilai, sebagian mengejar sertifikat, sebagian lagi tenggelam dalam hiruk-pikuk media sosial. Kampus perlahan berubah menjadi ruang administratif: penuh jadwal, penuh target, tetapi miskin percakapan yang sungguh-sungguh. Padahal sejarah bangsa-bangsa besar hampir selalu lahir

“Banyak rumah tangga hancur karena salah memahami peran suami dan istri. Ternyata, laki-laki bukan ‘raja’ yang bisa memaksa, dan perempuan bukan ‘pembantu’ yang harus melayani. Simak bimbingan akhlak berikut ini!” Masih dalam rangkaian nasihat Pemimpin Besar Revolusi, Ayatullah Agung Sayyid Ali Khamenei, dari buku “Bersama, Menuju Surga”, kita akan mengupas

“Pernikahan mewah belum tentu bahagia. Justru kesederhanaan di awal bisa menyelamatkan rumah tanggamu dari kehancuran finansial dan mental. Inilah bimbingan akhlak dari Imam Ali Khamenei yang jarang diketahui banyak orang.” Membangun keluarga bahagia bukanlah soal pesta megah, mahar fantastis, atau gaya hidup konsumtif. Menurut bimbingan akhlak yang dirangkum dalam antologi

KHAMENEI.ID– Ada banyak orang tampak religius ketika hidup sedang tenang. Mereka mudah tersenyum saat rezeki lancar, mudah berbicara tentang syukur ketika tubuh sehat, dan mudah terlihat sabar selama masalah belum datang. Tetapi watak sejati manusia sering baru terlihat ketika hidup mulai mengguncang dirinya. Dalam tradisi Islam, iman bukan sekadar keyakinan

KHAMENEI.ID– Dalam sejarah manusia modern ada satu fenomena mencengangkan : semakin tinggi sebuah peradaban menjulang, semakin besar pula kemungkinan ia runtuh oleh sesuatu yang tak kasatmata. Bukan karena kekurangan teknologi. Bukan karena miskin sumber daya. Tetapi karena kehilangan makna hidup itu sendiri. Hari ini dunia Barat tampak seperti puncak keberhasilan

KHAMENEI.ID– Ada banyak hal yang membuat manusia jatuh. Kekuasaan, pujian, amarah, bahkan cinta. Namun dalam sejarah panjang peradaban, satu hal tampaknya paling sering menggoyahkan manusia justru sesuatu yang tampak biasa: uang. Orang bisa bertahan dari ancaman musuh, tetapi kalah oleh isi dompetnya sendiri. Banyak tokoh besar tumbang bukan ketika mereka

KHAMENEI.ID– Di ruang-ruang rumah sakit yang dingin dan berbau obat, ada pekerjaan yang sering luput dari sorotan. Ia tidak selalu tercatat dalam laporan medis, tidak selalu dihitung dalam angka statistik, bahkan kadang tidak dianggap lebih dari rutinitas profesional. Padahal di sanalah, pada jam-jam paling sunyi ketika seorang pasien merasa paling