KHAMENEI.ID – Malam pertama majelis duka Penghulu dan Pemimpin para Syuhada, Hadhrat Aba Abdillah Al-Husain Alaihissalam, dihadiri oleh ribuan masyarakat dari berbagai lapisan, bertempat di sisi Husainiyyah Imam Khomeini (Semoga Allah Merahmatinya) yang merupakan lokasi wafatnya Pemimpin Syahid Revolusi, Yang Mulia Ayatullah Al-Uzma Sayyid Ali Khamenei (Semoga Allah Menyucikan Jiwanya yang Suci).
Pada tahun ini, majelis duka tersebut diselenggarakan atas nama Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam, Yang Mulia Ayatullah Sayyid Mujtaba Husaini Khamenei.
Dalam majelis tersebut, Hujjatul Islam wal Muslimin Sayyid Mir-Hashem Hosseini menyampaikan ceramah bertema “Kalkulasi Kehidupan dan Teologi Kehidupan”. Beliau memaparkan urgensi perhatian khusus terhadap konsep-konsep spiritual, serta pentingnya melibatkan Allah dan janji-janji Ilahi di samping kalkulasi material dalam kehidupan personal maupun sosial. Beliau menyatakan: “Pertahanan suci bangsa Iran dalam Perang Ramadan merupakan pelajaran yang dipetik dari peristiwa besar Karbala, serta pengorbanan Aba Abdillah Alaihissalam beserta para sahabatnya yang setia. Ini adalah contoh nyata dari penerapan teologi di samping kalkulasi dan kesiapan material.”
Selanjutnya, Bapak Mahdi Rasouli melantunkan elegi ratapan (nauhah) demi menghormati Yang Mulia Aba Abdillah Alaihissalam, para syuhada Karbala, serta Pemimpin Syahid Revolusi Islam, sekaligus mengenang jasa dan nama besar para syuhada mulia dalam Perang Ramadan.







