

KHAMENEI.ID – Ada penyimpangan yang lahir bukan karena penolakan besar terhadap kebenaran, melainkan karena satu langkah kecil yang dibiarkan terus berjalan. Pada awalnya hampir tidak terlihat. Jaraknya dengan jalan yang benar hanya sejengkal. Namun semakin lama, jarak itu melebar. Sedikit demi sedikit, hati menjadi semakin asing terhadap kebenaran yang dulu

KHAMENEI.ID – Banyak orang beranggapan bahwa lembaga keagamaan akan lebih dihormati jika menjauh dari persoalan politik, konflik sosial, dan isu-isu besar yang membelah masyarakat. Logikanya sederhana: semakin netral, semakin sedikit musuh; semakin sedikit musuh, semakin tinggi kehormatan. Namun menurut Imam Ali Khamenei qs, cara berpikir semacam itu adalah sebuah kekeliruan

KHAMENEI.ID – Kata perubahan selalu terdengar indah. Ia identik dengan kemajuan, pembaruan, dan harapan. Hampir semua orang sepakat bahwa sebuah bangsa harus terus berubah agar mampu menjawab tantangan zaman. Namun, benarkah semua perubahan selalu membawa kebaikan? Atau justru ada perubahan yang sesungguhnya merupakan jalan halus untuk menghapus identitas sebuah bangsa? Pertanyaan

KHAMENEI.ID – “Menurut Imam Ali Khamenei, kehormatan ulama tidak lahir dari sikap diam, melainkan dari keberanian hadir ketika agama, keadilan, dan nasib masyarakat dipertaruhkan.” Ada anggapan yang terus berulang dari zaman ke zaman: agama akan lebih dihormati jika menjauh dari politik. Ulama dianggap cukup mengurus mimbar, masjid, kitab, dan ibadah.