Akhlak

Empat Sifat yang Perlahan Menghancurkan Sebuah Masyarakat

KHAMENEI.ID – Sebuah masyarakat tidak selalu runtuh karena serangan dari luar. Ada kalanya kehancuran justru bermula dari sesuatu yang tumbuh diam-diam di dalam dirinya: keputusan yang diambil tanpa pertimbangan, pendirian yang dipertahankan meski terbukti keliru, kekaguman berlebihan terhadap diri sendiri, dan kebiasaan menunda pekerjaan sampai kesempatan berlalu. Tak ada ledakan besar

Janji Tuhan dan Godaan untuk Tidak Sabar

KHAMENEI.ID– Ada masa ketika manusia tidak lagi meragukan Tuhan, tetapi mulai meragukan waktu. Janji diyakini, namun kesabaran menipis. Yang semula terdengar sebagai keyakinan perlahan berubah menjadi pertanyaan: kapan? Mengapa belum? Sampai kapan harus menunggu? Barangkali di situlah ujian yang paling halus bermula. Bukan ketika seseorang terang-terangan menolak janji Tuhan, melainkan ketika

Istighfar dan Keteguhan di Tengah Perjuangan

KHAMENEI.ID– Ada masa ketika manusia merasa bahwa masalah terbesar dalam hidupnya berada di luar dirinya: musuh yang datang, keadaan yang memburuk, jalan yang terasa buntu. Dalam situasi semacam itu, orang biasanya mencari kekuatan dengan memperbesar tenaga, menyusun strategi, atau menghimpun sebanyak mungkin dukungan. Al-Quran menawarkan satu jalan yang tampak sederhana, tetapi

Sebelum Kabut Membuat Kita Lupa Cara Melihat 

KHAMENEI.ID– Ada masa ketika kebohongan tidak lagi datang sebagai kebohongan. Ia mengenakan pakaian hukum, berbicara tentang hak asasi manusia, mengaku membela orang tertindas, dan berdiri dengan wajah seolah-olah berada di pihak kebenaran. Justru karena itulah ia menjadi berbahaya. Kebenaran dan kebatilan, dalam banyak keadaan, tidak hadir sebagai dua benda yang mudah

Persatuan Islam dan Harga yang Dibayar karena Perpecahan

KHAMENEI.ID– Ada gagasan yang kadang baru terasa nilainya setelah bencana datang. Persatuan Islam adalah salah satunya. Ketika seruan untuk menyatukan umat terdengar, ia mungkin dianggap terlalu idealistis, bahkan mengganggu kepentingan politik yang sudah telanjur mapan. Namun ketika perang saudara pecah, masyarakat tercerai, dan satu per satu negeri Muslim dilanda kekacauan, pertanyaan

Sabar dan Tawakal: Dua Kekuatan untuk Menjaga Arah

KHAMENEI.ID– Ada pekerjaan yang selesai setelah tenaga dicurahkan. Ada pula pekerjaan yang menuntut sesuatu yang lebih sulit: bertahan setelah tenaga hampir habis, ketika hasil belum tampak dan jalan di depan masih dipenuhi ketidakpastian. Di titik semacam itu, manusia tidak hanya membutuhkan kemampuan bekerja. Ia membutuhkan kesabaran untuk terus berjalan dan tawakal

Keadilan yang Tidak Boleh Gugur karena Kebencian

KHAMENEI.ID– Ada satu ujian keadilan yang sering kali luput justru ketika kita merasa paling benar: bagaimana bersikap terhadap orang yang kita benci. Kepada mereka yang sehaluan, bersikap adil relatif mudah. Tetapi ketika berhadapan dengan orang yang berbeda keyakinan, berbeda pandangan politik, atau bahkan dianggap sebagai musuh, ukuran keadilan berubah menjadi jauh

Persatuan Islam Dalam Ketaatan Kepada Rasulullah saw

KHAMENEI.ID– Ada jenis perpecahan yang tidak dimulai dari perang. Ia tumbuh perlahan dari prasangka, fanatisme, dan keyakinan bahwa kelompok sendiri adalah satu-satunya pemilik kebenaran. Mula-mula hanya perbedaan pendapat. Lalu menjadi jarak. Jarak berubah menjadi kecurigaan. Dan pada akhirnya, sesama bagian dari satu umat mulai saling memandang sebagai lawan. Al-Quran mengingatkan bahaya

Maulid Nabi dan Persatuan yang Dipertaruhkan Dunia Islam 

KHAMENEI.ID– Ada masa ketika sebuah bangsa tidak lagi cukup hanya bertahan. Ia harus memilih. Memilih apakah akan tetap berjalan dalam bayang-bayang perpecahan, atau menemukan kembali kekuatan yang pernah membuatnya berdiri tegak. Bagi dunia Islam, pilihan semacam itu bukan sekadar urusan politik. Ia menyangkut martabat, masa depan, bahkan cara sebuah umat memandang

Ketika Janji Tuhan Terasa Terlambat

KHAMENEI.ID– Ada jenis ketidaksabaran yang tidak selalu tampak seperti kemarahan. Ia bisa hadir sebagai pertanyaan yang diulang-ulang: mengapa belum terjadi, kapan keadaan berubah, sampai kapan harus menunggu? Pada mulanya pertanyaan itu terdengar wajar. Tetapi jika terus dipelihara, ia dapat berubah menjadi sesuatu yang lebih berbahaya: kecurigaan kepada janji Tuhan. Al-Qur’an menyimpan

Sakinah: Kekuatan yang Lahir dari Keyakinan kepada Pertolongan Allah swt

KHAMENEI.ID – Imam Khamenei: Ketenangan Batin Bukan Kelemahan, Melainkan Sumber Kekuatan dan Bertambahnya Iman Ada jenis ketenangan yang lahir dari keadaan yang serba aman. Ada pula ketenangan yang justru muncul ketika keadaan sedang penuh tekanan. Bagi Imam Khamenei, jenis kedua jauh lebih penting. Ia bukan sekadar perasaan tenang, melainkan sakinah: