Akhlak

Empat Sifat yang Perlahan Menghancurkan Sebuah Masyarakat

KHAMENEI.ID – Sebuah masyarakat tidak selalu runtuh karena serangan dari luar. Ada kalanya kehancuran justru bermula dari sesuatu yang tumbuh diam-diam di dalam dirinya: keputusan yang diambil tanpa pertimbangan, pendirian yang dipertahankan meski terbukti keliru, kekaguman berlebihan terhadap diri sendiri, dan kebiasaan menunda pekerjaan sampai kesempatan berlalu. Tak ada ledakan besar

Takdir Tuhan dan Jalan Kebaikan yang Tak Selalu Terlihat

KHAMENEI.ID – Ada hal-hal yang datang dalam hidup dengan wajah yang sulit kita terima. Penyakit, kehilangan, kegagalan, rencana yang berantakan, atau kabar yang membuat hati seketika runtuh. Pada saat seperti itu, manusia biasanya segera bertanya: mengapa harus saya? Mengapa jalan ini yang dipilihkan untuk saya? Pertanyaan semacam itu lahir dari cara

Rendah Hati di Hadapan Tuhan, Tinggi di Mata-Nya

KHAMENEI.ID – Ada jenis kekayaan yang justru membuat manusia miskin: ketika terlalu banyak yang dimiliki membuatnya lupa bahwa semua itu bukan miliknya. Ada pula bentuk ketinggian yang diam-diam menjatuhkan: ketika seseorang merasa dirinya lebih tinggi daripada orang lain. Di antara dua jebakan itu, kerendahan hati menemukan tempatnya. Bukan sebagai kelemahan, apalagi

Kita yang Pandai Menasihati, tetapi Lupa Menyelamatkan Diri

KHAMENEI.ID – Ada jenis kebusukan yang tidak segera terlihat. Ia tidak berada di wajah, pakaian, atau tubuh yang tampak di hadapan orang lain. Ia bersembunyi lebih dalam: di hati yang menyimpan iri, dendam, kebencian, kesombongan, dan niat yang tak pernah benar-benar dibersihkan. Karena itu, seseorang bisa tampak begitu bersih di hadapan

Kebaikan yang Membuat Orang Ingin Mendekat

KHAMENEI.ID – Ada orang yang benar dalam banyak hal, tetapi membuat orang lain enggan berada di dekatnya. Ia mungkin tekun beribadah, rajin berbicara tentang kebaikan, dan merasa hidupnya berada di jalan yang benar. Namun ketika berhadapan dengan orang lain, wajahnya kaku, ucapannya tajam, dan kehadirannya justru terasa sebagai beban. Di sinilah

Tidak Semua Rasa Malu Layak Dipelihara 

KHAMENEI.ID – Ada rasa malu yang membuat manusia lebih bermartabat. Tetapi ada pula rasa malu yang justru membuat seseorang menjauh dari kebaikan. Keduanya sama-sama disebut malu, namun tidak selalu lahir dari sumber yang sama. Nabi Muhammad saw  pernah memberikan gambaran yang sederhana sekaligus tajam tentang hal itu. Beliau bersabda: الْحَيَاءُ حَيَاءَانِ،

Iman yang Terlihat Ketika Kita Marah, Dicintai, dan Berkuasa 

KHAMENEI.ID – Ada orang yang tampak baik selama hidup berjalan sesuai keinginannya. Ia mudah tersenyum ketika disukai, mudah memuji ketika membutuhkan sesuatu, dan tampak tenang ketika tidak sedang berhadapan dengan kepentingan. Namun manusia sering kali baru memperlihatkan siapa dirinya ketika tiga hal datang bersamaan dengan godaan: rasa suka, kemarahan, dan kekuasaan.

Dunia yang Tak Pernah Tinggal di Tempat

KHAMENEI.ID – Ada sesuatu yang sering kita salahpahami dari dunia: kita mengira apa yang sedang berada di tangan kita akan tetap menjadi milik kita. Kekayaan, kedudukan, kesehatan, nama baik, bahkan kesempatan yang hari ini terasa begitu dekat, diam-diam kita perlakukan seperti sesuatu yang akan bertahan sampai usia menutup pintu. Padahal dunia

Kemewahan Terbesar Adalah Mampu Mengatakan Tidak 

KHAMENEI.ID – Ada jenis kemewahan yang jarang dianggap sebagai bahaya: kemampuan memenuhi hampir semua keinginan. Makanan tersedia ketika lidah menginginkannya. Pakaian dapat dipilih sesuai selera. Kendaraan dapat diganti ketika yang lama mulai terasa membosankan. Bahkan keinginan-keinginan yang dahulu hanya tinggal angan kini bisa dipesan melalui layar dan tiba di depan pintu.

Mereka yang Percaya bahwa Malam Akan Berakhir 

KHAMENEI.ID – Ada masa ketika manusia merasa dunia terlalu gelap untuk diperbaiki. Ketidakadilan datang bertubi-tubi, kekuasaan berpihak kepada yang kuat, dan mereka yang menindas seolah selalu menemukan cara untuk bertahan. Dalam keadaan semacam itu, keputusasaan bukan lagi sekadar perasaan. Ia perlahan menjadi cara memandang dunia. Sejarah manusia memang panjang oleh

Sunnah Ilahiyah dan Hukum Kehidupan yang Tak Bisa Ditawar

KHAMENEI.ID– Ada hukum yang terlihat oleh mata dan ada hukum yang baru terasa setelah manusia menabraknya. Gravitasi membuat benda jatuh ke tanah. Matahari bergerak pada garis edarnya. Bulan mempunyai fase-fasenya. Semua berlangsung tanpa menunggu manusia percaya atau tidak. Namun Al-Qur’an berbicara tentang hukum yang lebih sunyi: hukum yang bekerja dalam kehidupan